Denpasar (Bisnis Bali) – Pada 2018 lalu, kalangan perbankan penyalur program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai masih tebang pilih dalam menggelontorkan kredit, khususnya yang menyasar sektor pertanian. Pada 2019 ini, pola seperti itu diharapkan tak terjadi lagi, terlebih menyusul adanya Peraturan Gubernur (Pergub) No.99 yang harusnya sektor pertanian menjadi fokus bantuan pemerintah dalam penguatan modal usaha.

“Tahun ini dengan juga adanya Pergub No.99, harusnya perbankan jangan lagi tebang pilih dalam penyaluran KUR. Sektor pertanian hendaknya menjadi prioritas sasaran KUR, sehingga kebijakan pusat dan daerah menyasar pada sektor pertanian menjadi searah,” tutur Salah seorang petani jeruk sekaligus pebisnis buah lokal antarpulau, I Wayan Merta, S.Sos., M.M., Minggu (13/1) kemarin.

Harapannya, perbankan tetap membantu petani, khususnya melalui KUR karena suku bunga yang dibandrol 7 persen dari program tersebut meringankan beban petani di tengah mahalnya biaya produksi sekarang ini. Diakuinya, saat ini biaya produksi pertanian sangat mahal. Contohnya, untuk bisa menghasilkan produksi jeruk yang berkualitas baik, pihaknya harus melakukan penyemprotan obat hama dengan biaya mencapai Rp 5 juta per sekali perlakuan dengan luasan 4 hektar.

“Itu untuk sekali penyemprotan dengan obat hama saja sudah mahal. Saya harus lakukan dua kali hingga panen. Itu belum termasuk untuk biaya pupuk, ongkos buruh hingga pascapanen nanti, semua itu tentu tidak murah,” ujarnya.

Jelas Merta, petani sangat membutuhkan sokongan permodalan dari perbankan untuk kemajuan usaha. Ironisnya, pengalaman ia sebelumnya, mendapatkan bantuan permodalan dari bank untuk KUR sangat susah. Itu pula sebabnya terpaksa mengajukan pinjaman ke bank dalam bentuk kredit komersial yang suku bunganya lebih besar dibandingkan dengan KUR.

“Saat itu alasan bank karena kemajuan usaha saya dinilai tidak layak untuk mendapatkan KUR. Untuk jaminan dua unit rumah sebagai pendukung juga sudah dilampirkan, namun tetap tidak mendapat persetujuan bank,” keluhnya.

Harapannya, pada tahun ini untuk program yang sama agar semua pelaku usaha pertanian, termasuk juga UKM bisa maksimal dibantu oleh kalangan perbankan untuk bisa mengakses program KUR. Sambungnya, itu juga sesuai dengan program pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan daya saing para pelaku usaha lokal. (man)