BERLIBUR – Wisatawan asing yang sedang berlibur di Bali.

Denpasar (Bisnis Bali) – Guna memberikan kontribusi pencapaian  target 20 juta wisatawan 2019, pariwisata Bali perlu mengencarkan promosi terutama ke pasar MICE. Ketua INCCA Bali IB. Surakusuma, Minggu (6/1) mengatakan, untuk mengoptimalkan promosi ke pasar MICE dan leasure, Bali diperkuat data pasar yang disasar.

Ia mengungkapkan, setiap wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali perlu diberikan kuisioner. Ini dapat diberikan saat wisman menunggu proses imigrasi bandara. Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali ini menjelaskan, berdasarkan data kuesioner bisa ditentukan jumlah wisman MICE dan leasure ke Bali. Data ini bisa digunakan pemerintah bersama industri pariwisata dalam perencanaan kegiatan promosi.

Dipaparkannya, dengan data kunjungan wisman MICE maupun leisure bisa dijadikan dasar pemerintah menetapkan anggaran promosi dan target promosi. Data ini juga dapat dirangkum menjadi materi marketing. “Data menjadi instrumen penting sebagai alat pemasaran,” katanya.

Ia menegaskan, tidak mudah mendapatkan wisatawan MICE di Bali dari pemain MICE di Bali. PCO, DMC, travel agent, dan hotel tentu tidak mudah memberikan data terkait pasar wisatawan MICE di Bali.

Pemain MICE di Bali sulit memberikan data wisatawan MICE karena alasan kompetitor. Persaingan bisnis ketat membuat pelaku MICE sulit memberikan data wisatawan yang dihandelnya.

Surakusuma menambahkan, pemeintah bersama instansi terkait harus proaktif melakukan pendataan tujuan wisman berkunjung ke Bali. Data MICE akan menentukan pasar tepat bagi pariwisata Bali. “Pariwisata Bali akan lebih optimal menggarap pasar MICE,” katanya. *kup