Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali (YKKPB A.A. Gede Oka Wisnumurti, meresmikan nama pura didampingi Rektor Universitas Warmadewa, I Dewa Putu Widjana.

Denpasar (Bisnis Bali) – Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali (YKKPB), A.A. Gede Oka Wisnumurti, Jumat (12/10) meresmikan Pura Swagina “Sri Kesari” di kampus Universitas Warmadewa dengan membuka prasasti. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan upacara pedudusan alit lan mecaru wraspati kalpa.

YKKPB meresmikan nama Pura Swagina “Sri Kesari” dalam bentuk prasasti, berkaitan dengan Tri Hita Karana. “Unwar selalu mendatangkan predikat terbaik yaitu platinum dalam Tri Hita Karana Award. Dimana salah satu bagian yang harus terpenuhi dari Tri Hita Karana itu adalah Parahyangan yaitu pura kampus,” tuturnya.

Terkait upacara pedudusan alit lan mecaru wraspati kalpa yang dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Upacara ini selaras dengan spirit Sapta Bayu, khususnya yang pertama. Bahwa seluruh civitas akademika Unwar Berketuhanan Yang Maha Esa,” paparnya.

Upacara pecaruan wraspati kalpa merupakan upacara yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. “Upacara ini mengandung makna seluruh civitas akademika mulai dari Parahyangan, Palembang dan pawongan disucikan dan dikembalikan ke nol. Dengan pembersihan tersebut akan membawa fibrasi yang positif dalam rangka mengembangkan dan mengabdikan ilmu pengetahuan serta mentransformasikan ilmu pengetahuan,” tandasnya.

Rektor Universitas Warmadewa, I Dewa Putu Widjana mengatakan, pecaruan wraspati kalpa ditandai dengan kurban berupa anjing yang maknanya membersihkan lingkungan Universitas Warmadewa.

“Dengan pecaruan ini kami harapkan suasana di kampus Unwar menjadi bersih dan kondusif untuk melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Pecaruan ini juga kami rangkaikan dengan upacara Saraswati, yaitu hari lahirnya ilmu pengetahuan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan upacara nyapuh, yaitu mempersatukan lingkungan kampus Unwar. “Karena kami baru membebaskan sejumlah lahan yang sebelumnya dimiliki Penyatusan Pura Dalem Sumerta yang luasnya 50 are,” ucapnya. Dengan penyatuan tersebut kampus Unwar menjadi lebih luas, lebih leluasa dan lebih kondusif untuk mendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Terkait peresmian nama pura swagina “Sri Kesari” dikatakannya nama tersebut ditetapkan melalui proses seleksi dari sebuah tim kecil yang terdiri dari sejumlah ahli seperti ahli sejarah, antropologi, budaya dan sebagainya yang  dibahas secara intensif. (pur)