Perbankan Buru Kredit “Low Risk”

19

Denpasar (Bisnis Bali) – Jelang penghujung tahun yang masih menyisakan dua bulan, sejumlah perbankan tengah menggenjot kinerja dalam upaya menutup pencapain target bisnis yang ditetapkan. Di sektor kredit perbankan tengah memburu kredit yang rendah risiko alias low risk untuk menutup target bisnis pada tahun ini.

Kepala PT, Bank BPD Bali Cabang Renon, Made Lestara Widiadmika., SE, Jumat (12/10) mengungkapkan, hingga kini secara keseluruhan pertumbuhan target bisnis mengalami kenaikan. Jika dilihat mengkhusus pada target bisnis di sisi kredit, memang baru mencapai 97 persen saat ini.

“Pencapaian target kredit ini memang cukup berat tahun ini. Sebab, pencapaian target tersebut dipengaruhi sejumlah factor. Tak hanya akibat kondisi ekonomi di dalam negeri, namun dipengaruhi juga oleh perang dagang Amerika dengan Tiongkok, krisis di sejumlah negara. Diperparah lagi dengan adanya erupsi Gunung Agung yang berdampak pada priwisata Bali selama tahun ini,” tuturnya.

Meski dihadapkan pada tantangan yang cukup berat, pihaknya berkomitmen untuk berupaya bisa mencapai target bisnis yang telah ditetapkan di awal tahun lalu. Untuk pencapian target kredit ini pihaknya akan semaksimal mungkin meningkatkan kerjasama dengan kalangan intansi, lembaga maupun sekolah-sekolah dan pedagang.

“Tetap kami akan memasarkan kredit komersil, namun lebih cendrung menyasar menyalurkan kredit yang potensial dan aman,” ujarnya.

Upaya tersebut sekaligus dalam rangka untuk bisa menekan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) jelang akhir tahun. Di sisi lain akuinya, NPL sudah berangsur-angsur turun. Itu terlihat dari posisi NPL yang sebelumnya sempat berada di level 3,75 persen per Juni lalu, kini sudah mulai turun ke level 3,61 persen. Bahkan Desember nanti penurunan NPL ini akan ditarget bisa turun lagi hingga posisi 2,5 persen.

Selain menyalurkan kredit yang low risk, upaya penekanan NPL ini juga dilakukan melalui restrukturisasi kredit bagi pengusaha yang masih layak untuk di bantu. Terpenting lagi tambahnya, dilakukan upaya penagihan terhadap kredit bermasalah, baik itu melalui secara per orangan dan penagihan melalui mekanisme lelang aset. (man)