Denpasar (Bisnis Bali) – Setelah sebelumnya harga daging ayam berangsur turun dari Rp45.000 mencapai Rp32.000 per kilogram, minggu ini kembali menunjukan pergerakan. Saat dilakukan pemantauan langsung, Jumat (12/10) kemarin harga daging ayam di Pasaran telah mencapai Rp37.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Badung Cokroaminoto, Gusti Ayu Suhaeni, mengatakan kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak seminggu sebelumnya, yang naik secara bertahap. Saat ini dia menjual daging ayam Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram tergantung bagian yang diinginkan konsumen. “Sebelumnya Rp34.000 per kilogram,” ungkapnya.

Menurutnya, pasokan ayam saat ini agak surut dibandingkan sebelumnya. Hal itu yang membuat harga daging ayam pun tinggi. Meski jelang hari raya, dia mengatakan, permintaan daging ayam tidak ada kenaikan, yang sama seperti biasanya.

Senada dengan itu, pedagang lainnya, Khotimah, juga mengakui kenaikan harga daging ayam yang sudah terjadi sejak seminggu lalu. Bahkan sebelumnya, harga daging ayam sempat dijualnya dengan harga Rp30.000 per kilogram. “Sejak satu minggu lalu, harga mulai naik lagi, Rp2.000 setiap harinnya. Kami berharap harga tidak melambung lebih tinggi lagi, karena jualnya sangat susah jika harga tinggi,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat harga daging ayam tinggi, penjualan menurun, karena banyak masyarakat mengurangi permintaan atau mengganti ayam dengan bahan pangan yang lain. Sementara keuntungan yang dia dapatkan sama baik saat harga tinggi ataupun sebaliknya.

Dikonfirmasi soal kenaikan harga ayam di tingkat peternak, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Provinsi Bali, I Ketut Yahya Kurniadi, mengatakan harga ayam di tingkat masih Rp19.5000 hingga Rp20.000 per kilogram. Menurutnya harga yang terjadi di pasaran saat ini cukup tinggi, yang seharusnya masih bisa dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram.  (wid)