Bisnis Busana Adat Prospektif Jelang Hari Raya

7

Tabanan (Bisnis Bali) – Momen upacara adat dan agama terus bergulir di Bali. Ada sisi ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat lokal yakni bisnis busana adat. Meskipun bak jamur di musim hujan pasar busana adat Bali tetap menggeliat.

Pebisnis dan produsen busana adat Bali, Agus Arianta, Jumat (12/10) menyampaikan, bisnis kearifan lokal ini memang tak pernah surut. Itu karena selain maraknya produksi busana adat, momen hari raya agama, maupun adat di Bali juga terus bergulir. Besok misalnya dirayakan Hari Saraswati, dan beberapa hari ke depan juga ada Pagerwesi, Galungan, dan seterusnya. Biasanya menjelang perayaan hari raya tersebut cukup berpengaruh pada penjualan busana adat.

“Jelang Saraswati ini misalnya sejak dua minggu lalu konsumen cukup ramai mencari busana adat maupun untuk sembahyang. Ada yang mencari kebaya dan kain bawahan, maupun busana pria yakni baju safari, kain bawahan, kampuh, destar, dan sebagainya. Ini cukup mendongkrak pendapatan,” tutur Arianta.

Bisnis busana adat dan untuk ke pura sangat prospektif digarap orang Bali. Selain peluang lokal, konsumennya juga makin berkembang dari sisi selera seiring inovatifnya para produsen busana adat. Contoh kini tak hanya berkembang desain safari dengan aksen endek dan songket, namun juga berbagai jenis baju semi kaos bermotif khas Bali.

Dia optimis dengan menjaga kualitas produk dan keanekaragaman varian busana adat, konsumen makin tertarik membeli. Ini tentu peluang bagi produsen dan pebisnis meraup keuntungan. ” Bisnis busana adat pada umumnya lebih mengedepankan potensi lokal baik kain dan desainnya juga asli Baki. Jadi ketika harganya bisa ditingkatkan maka keuntungan akan lebih optimal,” imbuhnya.

Dengan kemudahan berpromosi baik langsung maupun media internet, juga berdampak positif pada berkembangnya bisnis busana adat Bali sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian. Dia mengharapkan dengan berkembangnya selera pasar setiap produsen busana adat memiliki karakteristik rancangan tersendiri sehingga tak monoton. Ini juga diyakini akan menciptakan iklim persaingan yang sehat antarpebisnis busana adat di Bali. (gun)