Wayan Koster : Yang Demo bukan Aspirasi Masyarakat Bali

18

TERKAIT penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-WB Tahun 2018 di Bali yang dihadiri lebih dari 34 ribu peserta dari 189 negara, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk menyukseskannya.

Ajakan tersebut disampaikan terkait adanya demonstrasi yang menolak penyelenggaraan kegiatan besar ini. Karena dianggap pemborosan uang negara dan tidak ada manfaatnya bagi Bali. “Saya lihat segelintir orang tersebut tidak mempresentasikan masyarakat Bali, sehingga aspirasi yang disampaikan bukan merupakan aspirasi masyarakat Bali,” tukasnya.

Politisi asal Buleleng  tersebut  mengajak masyarakat Bali yang dikenal sebagai ramah dan santun khususnya terhadap tamu yang datang ke pulau Bali, untuk tidak latah dan ikut-ikutan aksi yang nantinya dapat merusak citra Bali.

“Kegiatan ini jelas bukan merupakan pemborosan karena dampaknya akan jauh lebih besar bagi kemajuan pembangunan dan perekonomian Indonesia umumnya dan Bali khususnya,” imbuhnya.

Koster menjelaskan dari penyelenggaraan pertemuan ini,  Bali memperoleh banyak manfaat langsung maupun tidak tangsung, dampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap peningkatan pembangunan perekonomian.  Antara lain,  memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur strategis, seperti underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana dan penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Sarbagita.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, lebih dari 34 ribu orang mencapai 32.700 orang, penambahan jumlah lapangan kerja (meningkat 1,26 persen), peningkatan PDRB di atas Rp 1,2 trilyun dan peningkatan  pertumbuhan ekonomi Bali mencapai lebih dari 6,5 persen, serta peningkatan promosi dan citra pariwisata Bali dan Indonesia, menjangkau 189 negara di seluruh dunia.

Karena itu, ia tak henti-hentinya menghimbau seluruh komponen masyarakat Bali, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNl/Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, instansi swasta, kalangan pariwisata, sampai insan pers, untuk secara sadar dan aktif, bersama-sama berkomitmen, bertanggung jawab, dan mendukung temujudnya suasana Bali yang aman, nyaman, dan damai secara sakala dan niskala, demi suksesnya penyelenggaraan Pertemuan Tahunan lMF-World Bank tahun 2018 ini.

“Mari kita buktikan, mari kita tunjukkan kepada dunia, bahwa Bali bisa,” pungkas Koster. (pur)