Tabanan (Bisnis Bali)  – Sejumlah delegasi International Monetary Found-World Bank (IMF-WB) datang mengunjungi Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Rabu (10/10). Kedatangan delegasi yang mencapai 200 orang tersebut disambut kesenian khas tabanan, yakni okokan dari Desa Kediri.

Selain pementasan seni okokan, sejumlah delegasi IMF-WB di lokasi wantilan pura Tanah Lot juga disuguhkan sejumlah penganan khas lokal Tabanan, dan hasil produksi petani maupun kerajinan UKM yang ditawarkan melalui Perusahaan Daerah Darma Santika (PDDS). Diantaranya, beras merah, kopi prouksi Pupuan dengan nama Leak Bali, hingga penganan hasil olahan dari belut.

Salah seorang peserta delagasi IMF-WB asal Honduras, Juliet, di sela-sela kunjungannya ke DTW Tanah Lot mengungkapkan, kagum dengan kesenian dan obyek wisata yang ada di Tanah Lot. Sebab, obyek wisata yang menawarkan keindahan pantai dan pura berada di tengah laut ini sangat menarik dan unik. Selain itu, masyarakat lokal yang ramah, itu semua membuat kesan tersendiri baginya untuk selalu ingin datang ke Bali, khususnya Tanah Lot.

“Saya baru kali pertama datang ke Bali, khususnya ke Tanah Lot dan saya sangat terkesan. Sebab itu, nanti ketika kembali pulang setelah kegiatan IMF-WB ini, saya akan mempromosikan Bali dan mengajak teman untuk datang lagi ke sini (Tanah Lot),” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, I Made Yasa yang ikut hadir mendampingi kunjungan para delegasi IMF-WB di DTW Tanah Lot mengungkapkan, Tanah Lot memang menjadi satu-satunya obyek wisata yang dikunjungi secara resmi oleh delegasi IMF-WB. Namun, di luar kegiatan kunjungan resmi tersebut, tak menutup kemungkinan sejumlah delegasi IMF-WB secara per orangan juga ada yang melakukan kunjungan ke sejumlah obyek wisata lainnya yang ada di Tabanan.

“Sebagai obyek wisata yang dikunjungi oleh delegasi IMF-WB, kami tentunya memanfaatkan momen ini untuk sekaligus melakukan promosi. Dari upaya itu, kami berharap sekembali mereka ke negara asalnya, mereka bisa memberikan informasikan tentang keindahan Bali, sehingga mengajak teman atau keluarga mereka untuk datang lagi ke Bali, khususnya ke Tanah Lot,” tegasnya. (man)