Denpasar (Bisnis Bali) – Sekitar 31 penerjun melakukan aksi terjun payung dari langit wilayah Renon, Selasa (9/10) sore. Aksi ini terkait pelaksanaan deklarasi, Indonesia kawasan Taman Wisata Dunia. Daniel Kumendong, Founder dan CEO Yayasan Taman Wisata Dunia, World Tourism Park (WTP Foundation), mengaku kagum akan keindahan alam dan wisata di Indonesia.

“Indonesia saat ini menjadi satu-satunya Taman Wisata Dunia yang tidak didapatkan di negara-negara lain di dunia. Apa yang ada di dunia, pasti ada di Indonesia. Akan tetapi, apa yang ada di Indonesia, belum tentu ada di negara lain di dunia ini,” jelasnya di Renon – Denpasar.

Dengan melihat hal tersebut maka Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan deklarasi lantaran sudah banyak diketahui oleh banyak wisatawan dunia.

“Masyarakat dunia lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Kita juga sengaja memilih Lapangan Renon, Denpasar sebagai tempat deklarasi yang merupakan lapangan bersejarah. Dimana di sini dahulu para pejuang Indonesia berjuang mati-matian untuk membebaskan Tanah Air dari tangan penjajah,” ujarnya.

Deklarasi taman wisata dunia dimeriahkan  penerjun payung karena sesuai filosofi Taman Wisata Dunia yang diusung WTP Foundation. “Dengan terjun payung kita bisa melihat keindahan Indonesia dari atas udara. Penerjun payung dari berbagai negara datang ke Bali untuk mendukung Indonesia sebagai Taman Wisata Dunia,” ucapnya.

Deklarasi Taman Wisata Dunia akan mempromosikan 45 potensi wisata alam unggulan yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Dari 45 potensi wisata tersebut, akan dipilih 9 tempat wisata yang akan menjadi ikon dari Taman Wisata Dunia.

Beberapa potensi wisata alam yang akan dipromosikan, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Seribu, Kepulauan Derawan, Danau Tiba, Danau Kelimutu, Pulau Weh, Pulau Morotai, dan Pulau Komodo. Ada pula Gunung Krakatau, Gunung Tengger, Gunung Merapi, Ujung Kulon, hingga Sungai Musi yang akan dipromosikan.

“Setelah deklarasi nanti, saya berharap setiap kepala daerah akan mempromosikan potensi wisata alam mereka masing-masing. Agar setiap daerah memiliki kemandirian untuk mengelola pariwisatanya,” tambahnya.

Diwaktu yang sama, Duta Wisata Udara WTP Forum, Naila Novaranti menyampaikan, bahwa sebagian besar para penerjun payung sudah memiliki SC atau Security Clearance untuk persiapan terjun dalam kaitan deklarasi ini.

“Mereka yang akan hadir merupakan perwakilan dari berbagai negara mulai dari, Inggris. Amerika, Irlandia, Spanyol, Venezuela, Canada serta Italia,” pungkasnya. (pur)