Pelaksanaan AM IMF-WB 2018 Terkait Bidang Keuangan dan Pembangunan

9

Mangupura (Bisnis Bali) – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, secara umum terdapat dua kelompok kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang annual meeting (AM) IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali yaitu bidang keuangan dan pembangunan.

“Bidang keuangan adalah kegiatan-kegiatan terkait IMF, bank-bank sentral, dan berbagai pertemuan untuk tujuan investasi, sementara bidang pembangunan lebih terkait dengan Bank Dunia,” katanya.

Dalam bidang keuangan, terdapat 10 pertemuan utama atau main events seperti pertemuan G20, Sidang IMF, dan sidang-sidang lainnya. Selain itu, terdapat 107 pertemuan sampingan atau side events yaitu pertemuan pelaku dunia keuangan yang terdiri atas workshop, seminar, pertemuan investor dan pertemuan lainnya terkait bank sentral dan IMF.

“Selain itu akan ada pula pelaksanaan 46 kegiatan paralel atau parallel events, terkait sektor swasta, organisasi internasional dan lainnya,” ujarnya.

Ia menilai jumlah tersebut masih di luar pertemuan-pertemuan bilateral yang dilakukan masing-masing rombongan. Perry kembali menegaskan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini merupakan kegiatan penting di dunia, dan keberhasilan sebagai tuan rumah merupakan sebuah kebanggaan bagi Indonesia. Berbagai pembahasan yang diangkat diharapkan akan bermanfaat bagi ekonomi Indonesia saat ini dan ke depan.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sidang tahunan IMF-WB AM di Nusa Dua Bali akan memberi keuntungan bukan saja bagi negara, juga Bali sebagai tempat penyelenggara.

“Selain promosi bagi pariwisata Bali, sidang yang diikuti sekitar 34 ribu peserta itu juga memberi pemasukan Rp1,2 triliun bagi Bali,” katanya.

Ia menilai dari even akbar ini akan memberi pemasukan jauh lebih besar yakni sekitar Rp1,2 triliun, meski untuk penyelenggaraan IMF-WB menelan dana Rp 566 miliar. Menurut Luhut dari prediksi sekitar 19 ribu peserta dari 189 negara ternyata yang datang sampai hari itu sudah 33 ribu lebih. Melihat begitu besarnya peserta yang datang ini dinilai sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi Bali. (dik)