NELAYAN - BP3 Banyuwani bekerjasama dengan DKPKP Kabupaten Gianyar, mengadakan pelatihan diversifikasi pengolahan ikan bagi pengolah ikan di Kabupaten Gianyar, Senin (8/10).

Gianyar (Bisnis Bali) – Untuk meningkatkan produksi pengolahan hasil perikanan, Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar, mengadakan pelatihan diversifikasi pengolahan ikan bagi pengolah ikan di Kabupaten Gianyar. Pelatihan dibuka Kadis DKPKP Ir. Dewi Hariani di Sekretariat Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklasar) Putra Samudra I, Br. Lebih Beten Kelod, Desa Lebih Gianyar.

Pelatihan diikuti  30 peserta dari Poklasar Putra Samudra I dan Poklasar Putra Samudra II Desa Lebih.  Selain mendapatkan materi tentang kebijakan peningkatan produksi pengolahan hasil perikanan, peserta yang merupakan istri nelayan di Desa Lebih juga mendapatkan praktik pembuatan makanan kekinian dengan bahan dasar ikan. Seperti pembuatan kaki naga, rolade, mini crispy, fish stick, siomay dan bakso.

Tak hanya itu, para peserta juga diajarkan bagaimana cara menyimpan dan mengemas produk hasil olahan sehingga tetap higienis dan menarik minat pembeli.

Dewi Hariani  menyampaikan, jika saat musim paceklik ikan biasanya dijual habis saat kondisi segar. Sebaliknya jika saat hasil tangkapan melimpah, dan harga jatuh yang membuat nelayan merugi. Salah satu cara agar nelayan tidak merugi menurut Dewi Hariani adalah mengolah hasil tangkapan menjadi berbagai produk olahan kekinian yang saat ini lagi diminati di pasaran.

Biasanya produk-produk olahan kekinian dari luar daerah yang merajai pasar di Gianyar. Ibu-ibu nelayan ini bisa belajar bagaimana cara mengolah ikan sehingga mampu bersaing dengan produk daerah lain. “Selain mampu meningkatkan pendapat keluarga, kita bisa yakin produk olahan tersebut sehat bebas dari bahan yang berbahaya,” tegas Dewi hariani.

Khusus kepada para peserta, Dewi Hariani mengharapkan agar ilmu yang didapat selama pelatihan tidak diendapkan begitu saja. Ilmu ini harus dipraktikkan sebagai tambahan usaha.  Jika seandainya tidak bisa berlanjut atau menemui kendala, agar disampaikan untuk dicarikan solusinya. Apakah itu mengenai peralatan yang dimiliki kurang memadai, atau bisa juga masalah permodalan. Untuk mengevaluasi hasil pelatihan ini, tahun depan akan diadakan Monev tentang pelatihan ini.

Berdasarkan data di DKPKP Gianyar, produksi perikanan tangkap di Kabupaten Gianyar cukup melimpah mencapai 521,1 ton/pertahun di tahun 2017 dengan target konsumsi ikan pada tahun 2017 mencapai 29,8 Kg perkapita/tahun. Tahun 2018 ditarget 29,9 Kg per kapita/tahun.

Seperti kita ketahui, kawasan Pantai Lebih dan sekitarnya sudah terkenal sebagai pusat kuliner ikan. Dengan menu untuk olahan bakso, sate maupun ikan bakar yang selama ini menjadi ikon wisata kuliner di Pantai Lebih.

Dewi Hariani mengatakan jumlah pedagang lesehan mencapai sekitar 30 orang, dengan rata rata kebutuhan ikan mencapai 3.900 kg/tahun.

“Nah, di tengah menu yang memang sudah terkenal tersebut tidak ada salahnya kini juga kita perkenalkan menu olahan lain yang tidak kalah lezat seperti kaki naga, siomay ikan, mini crispy dan lain-lainnya,” tegasnya.

Pelatihan berlangsung selama 5 hari (8-12 Oktober ) dengan narasumber dari KKP Banyuwangi Rita Yuliati S.TP, dan Pradita Puspasari,A.Md. Pelatihan ini juga dalam rangka mendukung program prioritas stunting Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (kup)