Salah satu model kerajinan dari gerabah dengan ornamen Bali hasil perajin dari Banyuning Buleleng.

Singaraja (Bisnis Bali) – Sebagai perajin tak mudah mempertahankan eksistensi di tengah teknologi yang makin canggih. Salah satu perajin gerabah yang kini makin langka membuat sejumlah warga di Desa Banyuning Kecamatan Buleleng terus meningkatkan produksi demi permintaan konsumen yang terus meningkat.

Bahkan saat ini semangat para perajin di Desa Banyuning makin terdorong berkat adanya pelatihan dan pembinaan oleh P2M Undiksha untuk memproduksi aneka kerajinan yang sifatnya fungsional serta dijadikan suvernir atau pernak – pernik yang mencirikan Kabupaten Buleleng.

Aneka kerajinan dimaksud diantaranya diantaranya miniatur kura – kura, ikan, bunga, dan tempat lampu hias dan masih banyak lagi yang di hias dengan ornamen – ornamen Bali dan nama dari salah satu destinasi wisata di Buleleng yakni Lovina.

“Kenapa suvernir karena sekarang sudah banyak even yang memerlukan kenang-kenangan dan Buleleng masih belum memiliki itu,” ungkap Drs. Luh suartini, MPd Ketua Desa Binaan P2M Ikon Souvenir Bali Utara yang juga alumni mahasiswa Seni Rupa.

Untuk rencana pengembangan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah cetakan untuk memudahkan membuat kerajinan tersebut. “Nanti kita akan rancang bagaimana agar bisa memproduksi lebih banyak seperti produksi masal,” terangnya. (ira)