Denpasar (Bisnis Bali) – Didukung sumber daya manusia (SDM), KSU Pemogan meraih penghargaan Koperasi Berprestasi dari tingkat Kota Denpasar, Provinsi Bali dan tingkat nasional. Meraih penghargaan bukan hanya sekali namun berturut – turut sehingga KSU Pemogan layak dipakai percontohan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, baru-baru ini di Denpasar.

Menurut Gede Indra, di Bali sudah banyak koperasi yang dikelola profesional. Dapat dibuktikan dengan perolehan berbagai penghargaan. Diantaranya penghargaan Koperasi Berprestasi dan Koperasi Sehat. Selain itu penghargaan bagi pengelolanya juga memiliki peran penting untuk meningkatkan perkembangan koperasi. Salah satunya KDU Pemogan yang pada Juli 2018 lalu menerima penghargaan Koperasi Berprestasi tingkat nasional yang diserahkan langsung Menteri Koperasi dan UKM RI.

”Penghargaan tersebut yang kesekian kalinya. Karena pengelola sekaligus Ketua Pengurus I Dewa Bagus Putu Budha sudah memperoleh penghargaan Bakti Koperasi dan Satya Lencana Wira Karya. Maka itu KSU Pemogan kami pakai percontohan sekaligus sebagai tempat menambah pengalaman bagi gerakan koperasi lainnya yang membutuhkan,” katanya.

Ketua Pengurus sekaligus pengelola KSU Pemogan,  I Dewa Bagus Putu Budha menyebutkan, KSU Pemogan yang didirikan 1990 sempat jalan di tempat selama 4 tahun. Kemudian mulai 1994 dikelola oleh kepengurusan baru sampai sekarang yang sudah memiliki aset Rp92 miliar lebih dengan dukungan 48 karyawan yang semuanya menjadi peserta diklat aktif. Bahkan sebagian sudah mengantongi sertifikat kompeten di bidangnya masing-masing.

”Memang benar KSU Pemogan menerima penghargaan Koperasi Berprestasi tingkat nasional ke empat kalinya. Pertama tahun 1999, kedua tahun 2007, ketiga tahun 2015 dan yang ke empat tahun 2018. Kami mengelola KSU Pemogan karena kepercayaan anggota sangat tinggi. Sehingga anggota mau berpartisipasi dengan baik. Bahkan anggota sangat mencintai koperasi miliknya terbukti mau menaruh dananya dengan bunga rendah. Kemudian anggota yang memerlukan dana semuanya menjadi debitur dan melakukan kewajibannya dengan lancar. Kami tanpa dukungan anggota juga tidak berarti apa-apa. Sehingga kami terus menerus memberikan pemahaman tentang perkopersian sesuai¬† aturan. Dan untuk internalnya kami lakukan penyegaran pada karyawan sekaligus melaksanakan evaluasi secara rutin,” jelas Dewa Bagus Budha. (sta)