Pemerintah Didesak Terbuka Sikapi Kondisi Fundamental Ekonomi

11

Denpasar (Bisnis Bali) – Meski memaklumi kebijakan terbaru dari Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan ke level 5,75 persen, Ketua Kadin Bali AA., Ngurah Alit Wiraputra mendesak pemerintah lebih terbuka terkait kondisi fundamental ekonomi di tengah merosotnya nilai tukar rupiah sekarang ini. Asumsinya, ketidakkuatan kondisi ekonomilah yang membuat rupiah cenderung tak membaik belakangan ini.

“Pemerintah hendaknya mulai terbuka kepada dunia usaha dan masyarakat, agar dibantu dalam menyikapi pelemahan rupiah. Bila tidak terbuka, orang tak akan tahu apa yang harus dilakukan untuk ikut menyikapi pelemahan rupiah ini,” tutur Ngurah Alit, di Denpasar, Minggu (7/10).

Sebenarnya, pengusaha dan masyarakat ingin membantu pemerintah dalam menyikapi kondisi ekonomi sekarang ini. Sayangnya, selama ini pemerintah dinilainya kurang terbuka menjelaskan kondisi yang terjadi. Itu tercermin di tengah terpuruknya nilai tukar rupiah, pemerintah selalu menyatakan ekonomi bangsa masih dalam posisi kuat.

“Bila masih kuat, ngapain juga pengusaha dan masyarakat ini membantu. Lain halnya bila pemerintah menyatakan ekonomi kita memang tidak kuat, maka pengusaha dan masyarakat berbondong-bondong untuk membantu,” ujarnya.

Salah satunya, dengan menaruh seluruh dana masyarakat di bank, sehingga menjadi kuat ekonomi nasional. Termasuk juga mengajak masyarakat yang memiliki dana tersimpan di luar negeri untuk dibawa ke Indonesia. (man)