260 Penari Rejang Renteng meriahkan Pagelaran Aksi Seni Budaya Kubutambahan Berkarya (Passbukrya).

Singaraja (Bisnis Bali) – Kecamatan Kubutambahan kembali menggelar festival di tahun 2018. Pagelaran Aksi Seni Budaya Kubutambahan Berkarya (Passbukrya) digelar untuk ke tiga kalinya berlangsung selama 5 hari pada 6 – 10 Oktober 2018.

Terinspirasi tema “Tan Hana Dharma Mangrwa”, tak lepas dari keberadaan salah satu bangunan suci tertua di Desa Kubutambahan, yakni Pura Negara Kerta Loka Gambur Anglayang, festival yang mengangkat kearifan lokal ini dibuka Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG dengan Pemukulan Gong.

Wabup Sutjidra mengatakan, melalui pagelaran seni budaya ini masyarakat dapat terhibur. “Seni budaya kita lestari dan pembangunan dapat terlaksana dengan baik, dan juga kepada para seniman sebagai pahlawan seni budaya, atas jerih parahnya di dalam melestarikan seni budaya kita,’’ ungkapnya.

Ia berharap semua pihak di tingkat kecamatan menjaga eksistensi kebudayaan dan sebagai identitas dan jatidiri, promosi potensi kebudayaan daerah.

Sederet kesenian mengangkat kearifan lokal kecamatan kubutambahan disuguhkan dalam Passbukrya, salah satunya Tari Rejang Renteng Massal yang melibatkan 260 penari dari ibu-ibu PKK Desa se-Kecamatan Kubutambahan, adapula pentas Tari Kecak Kolosal (inovatif) persembahan dari siswa SMA Bali Mandara.

Sementara itu Camat Kubutambahan Suyasa menyebutkan, tema Tan Hana Dharma Mangrwa, sejatinya tak lepas dari kerukunan umat beragama di kabupaten Buleleng khususnya, kecamatan Kubutambahan. “Betapa luhur dan mulianya masyarakat Kubutambahan sampai saat ini dengan sepenuh hati menghormati dan menyungsung pura Negara Kerta Loka Gambur Anglayang dalam balutan Tat Twam Masi, Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

”Keberagaman seni, budaya, adat, tradisi, ras, suku agama, kepercayaan di Kecamatan Kubutambahan nantinya dapat saling mengisi, saling melengkapi bergandeng tangan dalam menciptakan keutuhan dalam sebuah perbedaan.”

Pembukaan diawali dengan penampilan tari Rejang Renteng massal, Tari Mukya Sambrama dari desa Pakisan. Selain mengeksploitasi seni dan budaya, Passbukrya juga menyuguhkan hiburan dari beberapa artis lokal Bali. (ira)