Denpasar (Bisnis Bali) – Kain untuk bawahan (kamben) dengan desain klasik serta bermotif tradisional Bali kian diminati pasar belakangan ini. Menurut Widarini, salah seorang pemilik butik kebaya, di kawasan Denpasar, Sabtu (6/10), varian kain ini memiliki keistimewaan yakni, motif yang abadi.

Selain itu, motif ini bisa diaplikasikan hampir di semua jenis kain, mulai kain katun, tetoron, blacu, sifon hingga sutra. Untuk memenangkan persaingan di bisnis ini, selain menyediakan produk yang beragam dari segi desain, motif dan produk yang berkualitas, dari segi harga juga harus kompetitif dengan butik lainnya.

Mengenai harga, pihaknya berani bersaing dengan butik lain. Pihaknya menyediakan dengan harga mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah per pcs, tergantung bahan kainnya. Kendati mendapatkan keuntungan tipis dalam penjualan produk ini, pihaknya tak mempermasalahkannya, asal penjualan tetap lancar. Terbukti, hampir setiap hari produk ini laku di butiknya.

Hal senada diungkapkan Ayu Febri, salah seorang pemilik butik kebaya lainnya. Makin klasik dan kuno motif kain, maka menjadi daya tarik konsumen.

‘’Produk ini, bukan hanya bisa dikenakan untuk upacara saja, namun juga dikenakan pada saat menghadiri undangan atau resepsi,’’ jelasnya.

Produk yang disediakannya ini merupakan hasil produksi perajin lokal, mulai Klungkung hingga Singaraja.

‘’Kami seoptimal mungkin untuk mampu dan jeli dalam menangkap peluang pasar, sehingga pasar yang sedang bagus ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan pihak investor luar,’’ katanya.

Terbukti, rata-rata ia bisa menjual puluhan jenis kain yang disediakannya tiap harinya.

‘’Konsep butik kami ini juga menonjolkan penyediaan bahan baku kebaya, serta menonjolkan kekhasan untuk wedding modifikasi, sehingga segmen pasar kami bukan saja lokal, tapi juga domestik dan mancanegera,’’ imbuhnya.

Pola pemasarannya lebih bersifat ritel grosir, dengan memberikan harga lebih murah kepada pelanggan, karena pada umumnya produk-produk yang disediakan kebanyakan berorientasi dijual lagi. Saluran promosi tak hanya dilakukan secara langsung tapi juga online, sehingga berpotensi menyentuh konsumen lebih luas. (aya)