Hadapi Musim Tanam, Inilah Kondisi Pupuk di Tabanan

20

Tabanan (Bisnis Bali) – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Tabanan menghadapi musim tanam pada Oktober hingga Desember nanti, dalam kondisi aman atau mencukupi. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gst Putu Wiadnyana menyebutkan, kondisi tersebut kecuali pupuk NPK yang alokasinya hanya menyisakan 30,19 persen per Agustus 2018.

“Perlu diwaspadai kebutuhan pupuk NPK, karena tren kebutuhan petani mengalami peningkatan belakangan ini. Itu tercermin dari realisasi penyaluran Agutus lalu untuk NPK sudah mencapai 69,81 persen atau jauh melebihi dari realisasi pupuk bersubsidi lainnya,” tutur Wiadnyana, di Tabanan Minggu (7/10).

Data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan per Agustus, realisasi penyaluran pupuk urea mencapai 51,40 persen atau 5,967,85 ton dari total alokasi 11,610,00 ton. Selain itu, untuk realisasi pupuk SP 36 mencapai 52,31 persen atau 460,35 ton dari total 880,00, ZA realisasi mencapai 10,95 persen atau 87,60 ton dari total alokasi 800,00 ton, dan NPK realisasi sudah mencapai 69,81 persen atau 4,398,20 ton dari total alokasi 6,300,00 ton, sedangkan organik realisasi 12,92 persen atau 581,24 ton dari total alokasi 4,500,00 ton.

Dari realisasi penyaluran pupuk tersebut ada kekhawatiran terjadi kekurangan pasokan, terutama untuk NPK. Sebab, kebutuhan akan NPK ini memang makin meningkat dari sebelumnya, seiring kesadaran petani di Kabupaten Tabanan yang mengedepankan pola tanam padi menggunakan pola pupuk berimbang.

“Sebelumnya petani yang hanya fokus pada pemanfaatan pupuk kimia, yakni urea, belakangan ini sudah mulai sadar dengan menggunakan pupuk berimbang dengan mengandopsi kandungan organik salah satunya pupuk NPK,” ujarnya.

Mengantisipasi kekurangan pupuk NPK pada musim tanam nanti, pihaknya berencana mengundang rapat seluruh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan balai penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan (BP3K) di Kabupaten Tabanan untuk membahas potensi penanaman hingga akhir tahun nanti. Dari agenda rapat, harapannya bisa mengetahui gambaran jelas tentang angka riil kebutuhan pupuk bersubsidi hingga Desember.

“Apa bila ada potensi kekurangan, kami akan sampaikan ke provinsi untuk menyikapi atau menambah alokasi pupuk untuk di Tabanan nantinya,” tegasnya. (man)