Denpasar (Bisnis Bali) – Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mensukseskan program pemerintah menjadikan tenaga kerja kompeten, pengelola koperasi wajib memanfaatkan dana pendidikan untuk diklat (pendidikan dan pelatihan). Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, saat menutup Diklat dan Uji Sertifikasi Kompetensi Level Kabag Pinjaman di UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Bali.

Selama ini gerakan koperasi dinilainya belum memanfaatkan dana pendidikan secara maksimal.  Bahkan ada pengurus koperasi yang memanfaatkan dana pendidikan untuk penambahan modal serta kegiatan sosial lainnya.

“Dana pendidikan agar dimanfaatkan untuk Diklat dan Uji Sertifikasi Kompetensi. Bukan untuk hal-hal lainnya. Jika mampu digunakan dengan baik maka SDM pengelola koperasi akan tangguh dan kompeten,” katanya.

Penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi sebesar 5 persen diharapkan benar-benar untuk peningkatan kualitas SDM pengelola koperasi di Bali. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pengurus koperasi yang memanfaatkan dana pendidikan ini untuk diklat dan uji sertifikasi kompetensi secara swadaya.

Mengingat alokasi anggaran diklat dari pemerintah relatif terbatas jika dibandingkan jumlah koperasi di Bali yang mencapai 4.825 pada Juni 2018. ”Dari tahun ke tahun tumbuh kesadaran pengurus koperasi untuk selalu meningkatkan kualitas SDM pengelola koperasi di semua level. Dari level manajer, Kabag sampai level juru tagih, juru survey, costumer service, kasir, kabag pinjaman dan sebagainya,” terangnya.

”Kalau saja koperasi berkembang pesat maka ekonomi akan tumbuh dengan baik. Bukan hanya itu pendapatan anggota juga akan bertambah maka terjadi tingkat kesejahteraan lebih baik.” (sta)