PROGRAM langit biru bertujuan mengendalikan dan mencegah pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan, baik dari sumber tak bergerak (industri), maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor. Bagaimana implementasinya?

Memiliki kadar emisi gas buang tinggi, kendaraan bermotor mendapatkan prioritas penanganan karena merupakan salah satu sumber utama pencemaran udara di kota-kota besar di Indonesia. Oleh sebab itu, standar emisi gas buang kendaraan bermotor di Indonesia saat ini dibuat makin ketat dengan meningkatkan standar uji emisi dari Euro2 menjadi Euro4 yang mengacu pada standar gas buang kendaraan bermotor di Eropa. Untuk itu, mulai saat ini seluruh model mobil yang dijual di Indonesia sudah lulus standar uji emisi Euro4.

Menurut Kepala Cabang Auto 2000 Denpasar, Haris Prasetya, Auto 2000 sebagai diler resmi Toyota di Indonesia sangat peduli akan pentingnya uji emisi gas buang bagi pemilik mobil Toyota. Ini dibuktikan dengan tersedianya fasilitas uji emisi gas buang yang lengkap dan modern di seluruh bengkel resmi Auto2000, yang siap melakukan uji emisi sesuai aturan pemerintah. Fasilitas tersebut, juga didukung sumber daya manusia yang kompeten untuk melaksanakan uji emisi gas buang dengan hasil pengujian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Memasuki 1 Oktober 2018, kami menginformasikan terjadinya kenaikan harga pada beberapa varian mobil yang kami pasarkan, yaitu Rush, Calya, dan Agya dengan range kenaikan mulai Rp1,6 juta hingga Rp2 juta per unit,” ujarnya.

Kenaikan harga ini karena implementasi standar Euro 4, yang menuntut adanya penambahan komponen mobil seperti catalityc converter. Mobil Toyota yang lulus uji emisi diharapkan dapat menyumbangkan peran dalam menurunkan kadar pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor. Sementara, untuk yang belum lulus uji emisi akan dilakukan pemeriksaan dan perbaikan sehingga dapat mendeteksi lebih dini risiko kerusakan atau malfungsi pada mesin.

Pihaknya memastikan kemampuan manufakturnya, sudah sanggup menghadirkan deretan model mobil berstandar Euro IV, yang diproduksi dan kemudian dipasarkan di dalam negeri.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Standar Emisi Euro IV, terhitung September-Oktober 2018, model mobil baru dengan mesin bensin yang diproduksi di Indonesia, sudah harus mengacu pada standar uji emisi Euro IV.

Hal senada diungkapkan Kepala Cabang Daihatsu Denpasar, Edi Susanto. “Kenaikan harga mobil Daihatsu murni karena implementasi standar Euro 4, yang menuntut adanya penambahan komponen mobil seperti catalityc converter,” ujarnya.

Kendaraan-kendaraan yang mengalami kenaikan akibat implementasi euro 4 adalah Sigra, Ayla, dan Sirion sebesar Rp1,1 juta, Terios Rp1,6 juta, Xenia Rp1,4 juta, Himax Rp1 juta, Gran Max dan Luxio naik Rp2 juta.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum menjadi penyebab kenaikan harga kendaraan bermotor mobil Daihatsu. Oleh karena itu, kenaikan harga yang terjadi saat ini murni karena implementasi standar Euro 4.

“Tak hanya sekadar Euro4, salah satu model city car kami yakni New Sirion sudah bisa diterapkan standar emisi Euro5,” ungkapnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan maka kendaraan kategori M adalah kendaraan roda 4 untuk mengangkut penumpang. Sementara kategori N adalah kendaraan roda 4 atau lebih pengangkut barang, sementara kategori O adalah kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel.

Hal ini membuat para pelaku industri wajib mengubah kendaraan yang diproduksinya dan disesuaikan dengan buangan emisi.

Untuk diketahui, pemberlakuan peraturan Euro4 akan dilakukan secara bertahap. Untuk standar emisi Euro 4 kendaraan bermotor tipe baru dan yang sedang diproduksi berbahan bakar bensin, mulai 10 Oktober 2018, sedangkan untuk kendaraan bermotor tipe baru dan yang sedang diproduksi berbahan bakar Diesel mulai diberlakukan 10 Maret 2021.

Aturan tersebut mengharuskan kendaraan yang dijual di Indonesia menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan spesifikasi standar Euro 4. Saat ini Indonesia masih menerapkan standar Euro 2 sejak 2005.

Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy mengungkapkan, pihaknya belum menaikkan harga kendaraan bermotor mobil yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri. Perusahaan, lanjutnya, juga saat ini belum memutuskan untuk menaikkan harga kendaraan roda empatnya pada sisa tiga bulan tahun ini.

Menurutnya, perusahaan tidak mau serta-merta menaikkan harga kendaraan bermotor mobil akibat penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah meskipun memiliki pengaruh cukup besar terhadap biaya produksi.

Honda masih memantau stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Adapun terkait dengan pengaruh harga kendaraan Honda akibat implementasi Euro 4, dia mengklaim model-model Honda sudah memenuhi standar tersebut sejak lama. (aya)