Denpasar (Bisnis Bali) – Nilai tukar rupiah yang bergerak melemah hingga menembus Rp15.000 lebih per dolar AS belakangan ini, membuat pebisnis tas pesta produk impor ketar-ketir.

Menurut Yunita, salah seorang pebisnis toko tas impor di kawasan Denpasar, Kamis (4/10), hingga kini pihaknya masih wait and see terhadap pergerakan dolar, dengan kata lain masih bertahan dengan harga lama. “Kami harus berhati-hati menaikkan harga, agar konsumen tidak lari,” ujarnya.

Tas wanita impor belakangan ini cukup prospektif. Untuk itu pihaknya berani berinvestasi membuka toko tas ini dengan modal ratusan juta rupiah dengan omzet rata-rata puluhan juta rupiah per bulan.  Tas impor yang terkenal mewah dan mahal, kini banyak dilirik kaum sosialita dan istri pejabat di daerah ini.

‘’Tas pesta impor dengan desain yang cantik dan mewa ini, cocok untuk para wanita untuk menghadiri pesta dan acara resmi lainnya,’’ ujarnya.

Terlebih, para produsen dan desainer tas sekarang ini terus mengembangkan produk yang inovatif agar menemukan tipikal produk yang cocok dengan tren dunia yang berkembang dengan cepat. Di samping itu, model dan jenis bahannya bermacam-macam. Mulai dari kulit binatang, berbahan mote, hingga bertabur Kristal Swarovski yang kini kian tren di masyarakat luas.

‘’Dalam memenuhi kebutuhan konsumen, kami berupaya menyedikan produk yang inovatif dan desain menarik. Pasalnya, tren pasar ditentukan oleh konsumen itu sendiri,’’ ungkapnya.

Disinggung mengenai harga tas pesta ini, kata dia, cukup variatif, yakni mulai jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah per unitnya. Hal senada diungkapkan Rizki, salah seorang pebisnis tas wanita lainnya.

‘’Produk tas impor unggul dari bahan dan kualitasnya, yakni terbuat dari kulit halus dan lembut, sehingga awet dan perawatannya mudah yakni, cukup dilap saja,’’ ujarnya.

Model-modelnya pun bagus dan sangat fungsional. Mulai dari ukuran kecil hingga besar memiliki tas depan untuk dompet atau smartphone. Walaupun merupakan barang impor yang eksklusif, kata dia, dari segi harga masih terjangkau untuk kalangan ekonomi kelas menengah, yakni mulai Rp 750 ribu per pcs.

Tas wanita impor original dipatok harga sangat tinggi, yakni hingga jutaan rupiah per pcs. Namun, bagi konsumen yang tetap tidak ingin ketinggalan untuk bergaya dengan fashion tas wanita, kini banyak diproduksi tas-tas merek impor produksi lokal. ‘’Konsumen hanya tinggal memilih sesuai dengan kemampuan keuangannya. Karena tas merek impor produk lokal ini memiliki tingkatan kualitas, yakni tas kualitas pertama (KW I), dan kualitas kedua (KW II),” imbuhnya.

Rizki menambahkan, tas merek impor produk local ini sengaja dibuat begitu mirip dengan tas aslinya, baik dari segi model, potongan, dan bahan kulit.

‘’Cukup banyak distributor yang memasarkan tas impor produk lokal di kota-kota besar, yang juga menjadi tren setter fashion dan mode di Indonesia. Antara lain Jakarta, Bandung, Medan, Bogor, Makasar, Surabaya hingga Bali. (aya)