Pelemahan Rupiah belum Direspons Pengelola Penjualan Mobil

7

Denpasar (Bisnis Bali) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah ke Rp15.050-an. Kendati demikian, sebagian besar pengelola penjualan mobil belum meresponsnya dengan merevisi target penjualan.

“Kondisi saat ini momen persiapan akhir tahun sehingga belum sampai melakukan revisi target semua diserahkan ke mekanisme pasar,” kata marketing salah satu diler mobil di Sanur, Arista.

Menurutnya bisa saja melakukan revisi target penjualan namun dengan jeda waktu sebulan-dua bulan ke depan, akan susah sehingga sementara waktu akan berjalan sesuai irama pasar sambil melakukan pembenahan-pembenahan di pemasaran.

Pembenahan dilakukan mengingat ada prediksi rupiah masih akan fluktuatif hingga akhir Oktober mendatang, sehingga mau tidak mau ada penyesuaian. Penyesuaian umumnya sudah dilakukan manajemen mulai minggu-minggu ke depan dengan melihat pertumbuhan ekonomi dan kurs rupiah hingga minggu ketiga ini.

Umumnya produsen atau diler melihat pada proyeksi ekonomi bagaimana pasar menyikapi pelamahn rupiah ini. Untuk target, kata dia, rata-rata tahun ini meningkat 20 persen. Bila nilai tukar rupiah terus melemah dan berimbas pada ekonomi masyarakat target tentu direvisi, kemungkinan 15 persenan.

 “Tepatnya berapa persen belum bisa kami pastikan tergantung pelamahan rupiah di lapangan dan produk ikutannya yang terkena imbas. Akhir Oktober kemungkinan ada peninjauan berapa revisinya,” ujarnya.

Untuk produk, tak ada masalah berarti. Pasokan maupun suku cadang mobil masih terkendali. Produk masih dikuasai oleh tipe mobil keluarga, MPV, SUV, passenger, city car dengan kisaran harga Rp 200 jutaan ke atas. Pangsa pasar potensial masih kalangan menengah ke atas. (dik)