Tabanan (Bisnis Bali) – Sebanyak 177 atlet panahan yang berasal dari 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Bali siap mengikuti perhelatan Kejuaraan Provinsi (Kerjurprov), di Kabupaten Tabanan.  Kejurprov Panahan 2018 ini  sekaligus menjadi test even Tabanan dalam menyongsong Porprov 2019.

Ketua Panitia Kejurprov Tabanan  I Putu Suyasa menyatakan, Kejurprov Panahan peserta berasal dari Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Buleleng, Karangasem, Jembrana dan Kota Denpasar.  Sementara kategori yang dipertandingkan ada 4 divisi.

 “Jumlah atlet terdiri dari 132 atlet Panahan Modern dan 45 panahan tradisi. Kategori yang dipertandingkan antara lain; Divisi Compound, Divisi Standard Bow, Divisi Recurve, dan Divisi Tradisional. Khusus untuk divisi tradisional dipertandingkan ekspedisi dan sudah berlangsung tanggal 2 kemarin,” tuturnya.

Dalam even yang berlangsung pada 2 – 6 Oktober ini, pemenang memperebutkan 21 medali dari panahan umum dan 4 medali dari panahan tradisi.

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila mengungkapkan pemkab senantiasa menaruh perhatian terhadap peran klub-klub olah raga di Tabanan.

“Upaya mewujudkan generasi muda yang sehat, kuat dan mandiri perlu dilakukan antara lain dengan menghidupkan kembali gairah olahraga di kalangan masyarakat, pelajar, dan remaja yang salah satunya melalui olahraga panahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Bali Ketut Suwandi berharap semua peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan fokus, sehingga bisa meraih prestasi tertinggi. Semoga dengan momen ini akan lahir atlet-atlet yang bisa mewakili Bali.

“Berikan dedikasi yang penuh untuk event ini, kalian harus yakin bahwa kalian bisa. Semoga kompetisi ini dapat menghasilkan atlet-atlet berprestasi. Semoga harapan dan motivasi ini semua bisa tumbuh dari sekarang,” tandasnya. (man)