Singaraja (Bisnis Bali) – Puluhan wisatawan domestik dan mancanegara antusias menyaksikan sejumlah kegiatan serangkaian Lovina Festival (Lovfest). Di antaranya parade gangsing yang merupakan salah satu permainan tradisional yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Parade gangsing ini diikuti puluhan peserta dan parade gangsing kali ini serangkaian Lovina Festival 2018 ini digelar di Area Parkir Timur Pantai Lovina Desa Kalibukbuk.

Salah satu wisatawan asal Belanda, Markhom menilai, kegiatan ini unik, dan dia mengaku terpesona menyaksikan benda kayu yang digulung tali lalu diputar ini  kemudian dilepar ke tanah hingga berputar. “Saya sangat terhibur senang melihat permainan unik ini dan saya diberikan kesempatan untuk melempar gangsing ternyata susah juga, sepertinya terlihat gampang tapi setelah saya melakukan langsung terasa sangat sulit,” ucapnya.

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ketut Suteja mengatakan, kegiatan ini  untuk melestarikan budaya permainan adat bali sebagai salah satu daya tarik pariwisata Buleleng. Menurutnya kebudayaan merupakan aspek bagian dari pariwisata yang dapat menarik wisatawan yang datang ke Buleleng.

”Kegiatan ini adalah momen promosi agar buleleng lebih di kenal lebih jauh dan lebih bermanfaat bagi desa desa yang ikut dalam lomba gangsing ini, seperti desa Gobleg,Gesing,Munduk, Umejero,Pedawa dan desa Bengkel,” terangnya.

Kegiatan lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan adalah Yoga massal yang baru pertama kali dilaksanakan di Lovina Festival 2018. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Ir. I Nyoman Sutrisna, M.M mengatakan, kegiatan yoga massal serangkaian kegiatan Lovina Festival 2018 ini diikuti sekitar 250 ibu -ibu dari berbagai komunitas yoga di Kabupaten Buleleng.

“Mudah-mudahan olah raga massal yang kita selenggarakan pagi ini, mampu di kenalkan ke nasional dan inernasional, dengan konteks mencari kedamaian dan kebugaran,” harap Nyoman Sutrisna.

Salah satu instruktur yoga Putu Dwijendra mengatakan, kegiatan ini membuktikan Buleleng tak hanya memiliki wisata bahari tetapi  juga wisata spiritual.

“Di daerah Buleleng tidak hanya terkenal dengan wisata bahari, tetapi kita juga punya wisata spiritual yang luar biasa,” ucap Dwijendra.

Ada juga kegiatan Color Run. Keunikan acara ini adalah bersenang-senang dengan color powder (bubuk warna) terbuat dari tepung maizena dan pewarna alami, sekitar 3000 kg color powder yang dipersiapkan guna memeriahkan acara ini. Dengan tanpa pemenang dan catatan waktu, Color Run diciptakan untuk semua orang. Dedi, salah satu pelajar SMK Penabur mengungkapkan, dirinya sangat menikmati ajang Color Run ini, selain mengisi kegiatan di hari libur juga bermanfaat bagi gaya hidup sehat.

Ditemui usai melepas peserta Color run Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, peserta pada Lovfest tahun ini meningkat dari sebelumnya. “Ini menandakan partisipasi masyarakat Buleleng khususnya di kawasan pantai Lovina dan wisatawan yang hadir, pada colour run kali ini di luar rencana,  dengan jumlah peserta mencapai 800 lebih,  jelas ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 200 peserta,” ucapnya. (ira)