Singaraja (Bisnis Bali) – Lovina Festival VII dan Sail Indonesia tahun 2018  resmi ditutup Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST. Sabtu malam 29 September 2018. Acara yang diselenggarakan di Pantai Binaria Lovina Desa Kalibukbuk ini berlangsung selama empat hari mulai 26 – 29 september 2018, dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan seni budaya, panggung hiburan yang selalu dipadati pengunjung.

Penutupan festival ini ditandai pelepasan balon oleh Suradnyana bersama Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna SH, FKPD Kabupaten Buleleng, perwakilan Danlanal Bali, Perwakilan Asosiasi Sail Wisata Indonesia dan Perwakilan Yayasan Cinta Bahari Antar Nusa.

Suradnyana mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak atas kerja kerasnya sehingga Lovfest ini dapat terselengarakan dengan baik. “Tanpa terasa empat hari penuh kita bekerja bersama – sama, dalam satu visi yaitu mensukseskan acara Lovfest ini, saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak,”ucapnya.

Ke depan Lovfest diharapkan bisa lebih dikembangkan dan ditingkatkan. Dirinya menghimbau kepada stakeholder yang terkait agar mengupayakan dan mensinergikan lovefest, serta bagaimana meningkatkan upaya masyarakat untuk berpartisipasi lebih maksimal dalam setiap kegiatan festival.

“Artinya, kesadaran di masyarakat agar where terhadap festival yang kita upayakan, ini penting,”harapnya.

Sosialisasi terhadap masyarakat untuk memahami betapa pentingnya festival dan atraksi yang ada di dalamnya agar terus di tingkatkan, karena dengan atraksi nantinya mampu manarik wisatawan untuk datang ke Buleleng.

Sementara itu Kepala Dinas pariwisata Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan semua kegiatan pada Lovefest berjalan dengan lancar, baik yang bersifat pertunjukan tradisional maupun modern dan pameran – pameran serta berbagai lomba berjalan dengan baik, namun untuk kedepannya masih banyak yang perlu di sempurnakan lagi.

“Mudah -mudahan di tahun yang akan datang bisa kami sempurnakan lebih baik dari tahun ini,“ harap Sutrisna.

Untuk stand pameran baik kuliner, UKM dan pameran kerajinan yang disajikan selama lovfest berlangsung selalu dipadati pengunjung, sehingga penjualan kegiatan kali ini meningkat dari tahun lalu.

“Dari hasil analisis kami, penjualan keseluruhan sekitar Rp582 juta, sedangkan lovefest tahun lalu yang berlangsung tiga hari, penjualan hanya mencapai kira-kira Rp300 juta,“ ungkap Sutrisna. (ira)