Bupati Bangli Beri Kuliah Umum Mahasiswa Mediterranean Bali

12

Bangli (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Bangli memiliki program dana bergulir untuk pendidikan dan pembiayaan ke luar negeri, bekerjasama dengan Kampus Mediterranean Bali dengan bunga yang sangat ringan yakni hanya 6 % per tahun. Hal ini dikatakan Bupati Made Gianyar saat memberikan kuliah umum tentang peluang dan tantangan dalam menghadapi persaingan global, di Kampus Mediterranean Bali cabang Bangli, Jumat (28/9).

Made Gianyar menilai sektor pariwista merupakan pekerjaan yang cukup diminati oleh masyarakat Bali. Sehingga untuk memberikan peluang bagi masyarkat Bangli yang ingin berkarir di dunia pariwisata, Pemkab Bangli mulai  2012 telah menjalin kerjasama dengan Mediteranean Bali untuk bisa memfasilitasi masyarakat Bangli yang ingin bekerja di dunia pariwisata, baik perhotelan maupun kapal pesiar.

Dukungan Pemkab Bangli, diberikan melalui dana bergulir yang diberikan kepada masyarakat dengan bunga yang sangat rendah yang akan diturunkan lagi, sehingga masyarakat Bangli benar-benar bisa terbantu dengan kebijakan ini.

“Bagi masyarakat Bangli yang ingin mengakses dana bergulir ini, bisa datang langsung ke Dinas Koperasi Bangli, ke Bupati  Bangli atau bisa langsung ke Mediterranean Bali, pasti akan difasilitasi,”terangnya.

Berapapun masyarakat Bangli  yang ingin bekerja di luar negeri melalui Mediterranean Bali akan difasilitasi Pemkab Bangli, meskipun program ini ditujukan kepada masyarakat Bangli kurang mampu yang berkeinginan kuat bekerja diluar negeri, sehingga mereka  tidak perlu sampai menggadaikan tanah, sertifikat maupun benda lainnya.

“Melalui program ini kita ingin masyarakat Bangli kurang mampu yang ingin berkerja di luar negeri atau kapal pesiar, tidak sampai menggadaikan bahkan sampai menjual tanah untuk modal keluar negeri,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kampus Mediterranen Bali karena sukses mengelola sumber daya manusia. “Dari hasil pantauan, anak-anak yang dididik di lembaga ini (Mediterranean Bali) semua terserap didunia kerja, terkecuali ada satu orang yang tidak jadi bekerja karena menjadi pemangku,” tutupnya. (ita)