Mangupura (Bisnis Bali) – Delegasi Konvensi IMF World Bank (IMF-WB) akan meramaikan pariwisata Bali Oktober 2018. Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA), I Made Ramia Adnyana menilai, seluruh stokeholder pariwisata dari tingkat bawah penjual jasa sampai ke tingkat GM hotel wajib memiliki keahlian standar untuk melayani delegasi peserta konvensi IMF-WB.

Pelaksanaan konvensi IMF-WB 2018 memiliki peran penting dalam mempromosikan pariwisata Bali.  Untuk itu, peningkatan skill ini sangat penting dilakukan supaya para delegasi  merasa nyaman dalam melakukan aktivitasnya.

Para penjual jasa seperti pedagang di Nusa Dua paling tidak harus bisa memberikan sapa, salam dan senyum secara profesional. Sikap ini ditampilkan kepada para pengunjung kawasan Nusa Dua khususnya para peserta delegasi.  Service exellence menjadi hal utama diberikan kepada wisatawan.  Para pengunjung khususnya para delegasi akan merasa disambut dengan baik.

“Mereka tidak merasa terganggu dengan keberadaan para pedagang asongan ini,” ucapnya.

Selain itu,  dalam rangka memperingati hari Pariwisata ini,  Ramia juga memiliki beberapa program berkelanjutan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di industri pariwisata di Bali.

Salah satunya melakukan pelatihan dan seminar yang ditunjukkan kepada para GM lokal dengan pemateri atau narasumber dari luar negeri.  “Kualitas SDM industri pariwisata di Bali,  khususnya SDM para GM Lokal mampu bersaing secara global, ” tambahnya.

Ke depan Ramia berharap seluruh pihak yang ada di Bali bisa terlibat dalam memajukan industri pariwisata di Bali. “Karena Pariwisata adalah bagian kehidupan masyarakat Bali,  sehingga dengan suksesnya pelaksanaan Sidang IMF ini,  bisa menjadi nilai lebih terhadap industei pariwisata di Bali,” tambahnya. (kup)