Singaraja (Bisnis Bali) – Harian Bisnis Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, MoritzLogistics dan Toya Group kembali menggelar workshop Tata Rias Pengantin Bali, Tengkuluk Lelunakan, Pusung Tagel dan Kewirausahaan di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja Kamis (27/9) pagi.

Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK se-Kabupaten Buleleng, Dharma Wanita dan pelajar SMA/SMK ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah enterpreneur baik dari kalangan ibu- ibu PKK hingga remaja di Bali khususnya di Buleleng. Dalam workshop ini, Anak Agung Ayu Ketut Agung dan Made Herry Erika Sedana, memberikan pengetahuan tentang cara membuat  tengkuluk lelunakan hanya dengan lima menit, kiat berwirausaha dan trik membuat sanggul atau yang disebut pusung tagel dengan cepat.

Sebagai perempuan Bali khususnya ibu-ibu dan remaja harus bisa membuat pusung tagel sendiri. Karena saat ini tata rias dengan busana adat bali mengharuskan mereka menggunakan pusung tagel.  Melalui workshop ini peserta diberikan  ilmu bagaimana bisa menggunakan sanggul tanpa harus ke salon.

Setelah pelatihan ini diharapkan ilmu yang didapatkan bisa dipraktikkan di rumah, sehingga lebih hemat waktu juga biaya. “Bahkan tak  membutuhkan waktu lama, penggunan pusung tagel ini hanya membutuhkan waktu 5 menit,” katanya. Ia menekankan penggunaan pusung tagel ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung pelestarian budaya Bali agar tidak termakan oleh zaman.

Selain penggunaan pusung tagel, Ketut Agung juga menjelaskan tentang tata rias Bali modifikasi, salah satunya tengkuluk lelunakan. Tata rias tengkuluk lelunakam menajdi salah satu busana adat Bali yang kini makin populer. Busana adat bali satu ini zaman dulu hanya digunakan saat upacara tertentu dan sebagai busana Tari Tenun.

Tapi saat ini busana tengkuluk lelunakan mulai dilirik masyarakat luas karena dinilai praktis dan simpel, namun tetap mencirikan kekhasan budaya Bali baik dijadikan busana untuk acara-acara resmi, seperti untuk menyambut tamu, untuk seka gambel, MC, paduan suara, dan acara lainnya.

Workshop tata rias kecantikan ini, juga bertujuan menggali potensi masyarakat, terutama perempuan untuk mengembangkan bisnis. Perkembangan dunia tata rias kecantikan saat ini begitu pesat dan menjadi kebutuhan sebagaian besar masyarakat terutama dalam pelaksanaan upacara ataupun acara penting. Dengan demikian pengetahuan tentang tata rias kecantikan memberikan peluang usaha bagi masyarakat.

Usaha di bidang jasa tata rias sangatlah membantu perempuan di tengah-tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga ataupun pekerjaan lain yang dilakukannya. Hal ini dikarenakan jasa tata rias bersifat fleksibel yang tidak mengikat waktu.

Senada dengan itu, Pimpinan umum Harian Bisnis Bali, Ni Nengah Srianti, mengatakan, selain sebagai ajang pelestarian budaya, workshop yang dilakukan secara rutin serta road show ke seluruh kabupaten yang ada di Bali ini, juga bertujuan memberikan peluang bisnis kepada masyarakat, mengingat tata rias Bali sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan umat Hindu di Bali.

“Kami berharap, dengan diberikan pemahaman tentang kecantikan dan didorong oleh semangat kewirausahaan ini, mampu meberikan peluang bisnis bagi perempuan,” harapnya. (ira)