Transaksi Mobkas Kejar Target Akhir Tahun

7

Mangupura (Bisnis Bali) – Daya beli masyarakat terhadap mobil bekas (mobkas) diprediksi tumbuh baik menjelang akhir tahun, kendati sektor ekonomi global masih membayangi. Karena itu, penjual mobkas tetap mengegas volume penjualan agar bisa mengejar target akhir tahun yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Ngegas tentu tidak kencang karena kami sadar kondisi pasar mobkas seperti apa, minimal penjualan sama seperti tahun lalu,” kata pengelola mobkas di Renon, Warsita.

Momen akhir tahun kendati tinggal tiga  bulan namun masih tergolong waktu yang tepat membeli mobil. Berapa persen ada peluang peningkatan, diakui tentu tidak tinggi di angka 10-20 persen atau lebih baik dari transaksi semester I. Bila Januari- Juni penjualan rata-rata 10 unit ada harapan bulan ini bisa 12 unit ke depannya. Harapan-harapan ekonomi membaik dilihat dari transaksi bulan sama tahun lalu.

“Peluang mobkas sangat besar, itu seiring tingginya minat masyarakat khususnya kalangan pebisnis muda, pelaku pariwisata dan tak terkecuali anak kuliahan yang menggunakan kendaraan roda empat sebagai transportasi,” ujarnya.

Jenis mobil yang potensial masih dari tipe MPVdisusul sedan, hatchback sport dan carry. Disinggung prospek bisnis mobkas, tiap penjual beda-beda kiat bisnisnya. Untuk dirinya dari satu mobil bekas yang terjual, dia bisa meraup keuntungan minimal Rp 1 juta rupiah bersih. Tetapi itu semua tergantung pula kualitas mobil. Dari pengakuannya, dalam dua minggu, dia bisa menjual antara 2-3 mobil.

Untuk pasokan mobil, bisa diperoleh dari perusahaan finance, sesama teman penjual hingga langsung dari konsumen. Intinya dalam berbisnis mobkas jangan terlalu mencari untung tinggi. Biar untung kecil terpenting penjualan rutin.

“Setiap penjual punya cara tersendiri untuk konsep penjualan. Saya lewat harga terjangkau, penjual lain bisa memberi servis menguruskan surat-menyuratnya bekerja sama dengan perusahaan leasing,” ucapnya.

Lain halnya pengelola mobil bekas di Denpasar,Fajarianto. Kata dia, sepanjang 2018 ini banyak gebarakan-gebarakan terjadi. Mulai, jenis mobil yang dulu mengarah ke tipe isi penumpang 7 orang kini banyak ke 4 orang. Mobil hatchback putih masih mendominasi terutama produksi tahun terbaru.

“Bisnis mobkas kendati penjualan naik turun, masih tergolong berpeluang karena belum adanya moda transportasi masal yang baik sehingga mobil masih jadi pilihan,” ucapnya. (dik)