Produk Busana Lokal mampu Bersaing dengan Impor

15

Tabanan (Bisnis Bali) – Industri busana lokal kian bersaing dengan luar tak terkecuali produk busana impor baru dan bekas. Hal itu disampaikan pebisnis tekstil dan produk tekstil ( TPT) Bali, Karyawati, Kamis (27/9).

Produk busana lokal mulai dari anak – anak hingga dewasa tak kalah berkualitas. Selain banyak muncul merek lokal dengan kualitas kain serta rancang desain yang menarik, dari sisi harga juga cukup terjangkau. Dengan ini diharapkan konsumen bisa memilih produk lokal baik berupa busana sehari-hari maupun untuk acara formal.

Contohnya baju endek,batik, dan lainnya. Sedangkan untuk sehari – hari berbagai jenis kaos dengan motif beragam juga tak kalah banyak.

Ini menandakan industri busana lokal cukup berkembang walaupun ancaman persaingan dengan masuknya produk impor makin marak. Produk busana impor yang baru memang tak kalah berkualitas dan menyajikan merek-merek terkenal.

Namun demikian karena impor harganya lumayan mahal. Mengimbangi hal ini sebetulnya produk lokal tak usah khawatir. Itu karena busana khas lokal lebih lekat dengan budaya masyarakat sehingga pasti akan cenderung dipilih.

Menurutnya kalau produk impor bekas itu sebetulnya takkan mampu merusak bisnis busana lokal karena image produk impor tersebut kurang bagus. Selain bekas juga identik dengan isu sebagai media penularan penyakit kulit. Penguatan brand busana lokal dengan membuat desain baru dan merek unik diyakini akan makin mengangkat ketenaran busana lokal di pasar dalam dan luar negeri.

Hal senada diungkapkan pebisnis TPT, Heru Winata. Katanya bisnis busana dinamis dan perlu inovasi berkelanjutan. Dengan demikian selera pasar dapat dipenuhi. Dengan memaksimalkan potensi lokal diharapkan produk yang dihasilkan selain berkualitas harganya juga terjangkau. (gun)