Baby Lobster, Kuliner Mewah Jadi Incaran

89

Denpasar (Bisnis Bali) – Lobster hingga saat ini masih menjadi jawaranya kuliner sea food. Betapa tidak, jenis olahan lobster ini tergolong makanan istimewa karena harganya yang mahal dan tergolong jenis sea food musiman. Pada musim tertentu harga lobster bisa tergolong standar namun kalau bukan musim, harganya bisa sangat fantastis, apalagi jenis lobster dengan ukuran besar pasti lebih mahal.

Untuk mensiasati mahalnya harga lobster, salah satu warung makan yang sudah punya nama di Denpasar “Nang Etonk Bali” memilih Baby Lobster untuk olahan kulinernya.

“Baby lobster harganya lebih murah, dengan ukuran standar baby lobster lebih mudah diolah dan bumbu juga lebih meresap dibandingkan kalau memakai lobster ukuran besar,” ungkap pemilik Putu Agus Adi Putra atau yang akrab di sapa Nang Etonk ini.

Untuk varian kuliner lobster, ada beberapa olahan yang bisa dipilih pecinta kuliner, seperti baby lobster lada hitam, baby lobster bakar dan baby lobster kuah santan. Semua olahan ini memiliki cita rasa dan kekhasan bumbu.

“Dari semua pilihan bumbu untuk baby lobster semua enak, bumbunya meresap sempurna tanpa menghilangkan rasa asli dari daging lobsternya, masing-masing punya penggemarnya, namun tidak dipungkiri yang paling banyak dicari baby lobster bumbu lada hitam. Rasa daging lobster yang tebal dan sedikit manis ditambah bumbu lada hitam yang ada rasa pedas ladanya sangat cocok sekali dengan olahan lobster,” tambah Nang Etonk.

Warung makan yang dikelolanya sejak 6 tahun silam ini memiliki banyak pelanggan yang terlihat dari tingginya permintaan menu untuk olaham lobster ini. Satu porsi baby lobster dijual antara Rp80 ribu hingga Rp150 ribu rupiah. Satu porsi berisi 2 ekor baby lobster. Meski mahal, karena diolah dengan bumbu spesial dan rasanya enak kuliner satu ini tetap jadi jawara dan banyak peminatnya. (ita)