Wisata Buatan Pendamping Pariwisata Budaya

21

Denpasar (Bisnis Bali) –  Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Nyoman Nuarta Selasa (25/9) mengatakan, aturan wisata buatan bisa diposisikan sebagai pendamping wisata alam dan wisata budaya.

Dicontohkannya, Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan wisata buatan yang dibuat manusia. GWK ini tentu menjadi alternatif memperkuat pariwisata Bali. Pariwisata yang sudah ada dari dulu sejatinya perlu ada pendamping alternatif. Ini akan menjadikan wisman ke Bali mendapatkan banyak pilihan daya tarik wisata.

Wisatawan ke Bali tujuan utama melihat wisata alam yang natural sebagai prioritas utama. Menurutnya, dalam sebuah kawasan pariwisata wajib memiliki wisata buatan.  “Perlu ada banyak daya tarik pilihan bagi wisatawan yang berlibur ke Bali,” nilainya.

Tiap wisata buatan yang dikembangkan di Bali wajib memiliki karakter. Wisata buatan bukan hanya dengan pertimbangan seni. Ini juga harus berdampak positif dengan masyarakat sekitarnya.

Pengembangan wisata buatan menurutnya tak hanya mengembangkan esensi seni dan rancang bangunnya. Penempatan wisata buatan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah atau daerah. (kup)