Mangupura (Bisnis Bali) – Teh kulit kopi, belum begitu banyak dikenal masyarakat Bali. Minuman ini pertama dikenal di Amerika Selatan dengan nama Cascara. Saat ini sejumlah petani di Banjar Lawak, Belok Sidan, Kecamatan Petang bisa membuat teh dari kulit kopi. Bagi pecinta teh pastinya harus coba keunikan rasa teh yang satu ini.

“Cita rasa teh kulit kopi tentunya berbeda dari teh biasanya, yang umumnya terbuat dari daun teh.  Teh kulit kopi ini kami beri nama Teh kulit kopi cascara,” tutur Wayan Sari Sedana, petani kopi, Senin (24/9).

Cascara dalam bahasa spanyol yang berarti kulit. “Kami membuat teh kulit kopi ini karena masukan beberapa teman yang sudah lebih dulu merasakan manfaat dari teh ini. Selain itu karena banyaknya limbah kulit kopi yang tidak terpakai sehingga tercetus ide untuk membuat teh dari kulit kopi,” paparnya.

Teh kulit kopi tersebut berhasil dibuat, setelah melakukan banyak percobaan. “Setelah melakukan banyak testing dan uji coba akhirnya dapat mengasilkan warna, aroma dan rasa yang bisa dibilang mendekati sempurna bagi kami,” tandasnya.

Dikatakan pembuatan teh ini telah dicoba setahun yang lalu, khususnya bagi penikmat kopi.  Keunggulan teh kulit kopi ini dapat dirasakan yaitu ketika diminum denyut jantung tidak berdebar seperti saat minum kopi.  Teh dari kulit kopi arabika ini telah diterima masyarakat sekitar dan sejumlah tamu manca negara.

Diakui proses produksinya memang memakan waktu yang lama, tetapi hasil penjualannya sangat menjajikan. Untuk teh kulit kopi per gramnya dijual Rp1.000 yang biasanya dijual per kilogram.

“Keberadaan teh kulit kopi di Bali hanya satu – satunya diproduksi di petang. Sehingga ini bisa menjadi produk unggulan kami,” tukasnya.

Dipaparkan, cara produksi teh dari kulit biji kopi ini sangat sederhana. Tahap awal dilakukan memilih dan memetik kopi merah, kemudian dicuci sebanyak 3 kali. Biji kopi yang telah dikeringkan, dijemur dibawah sinar matahari yang tidak terik selama beberapa hari. Kemudian dikupas dicari kulitnya dan dihancur kasar. Selanjutnya bisa diseduh air panas dan dinikmati.

Saat ini peminat teh kulit kopi bukan orang lokal saja, sehingga ia berharap kepada pemerintah agar membantu meniliti lebih lanjut hasil temuan teh kulit kopinya ke BPOM. (pur)