Denpasar (Bisnis Bali) – Pelaksanaan konvensi IMF-World Bank di Bali akan memberikan manfaat ganda bagi pariwisata Bali dan pariwisata Indonesia. Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma Senin (24/9) mengatakan, konvensi IMF-World Bank akan memberikan pendapatan bagi pelaku pariwisata, masyarakat dan pelaku UKM dan pemerintah dari pajak.

Pelaku pariwisata bisa mendapatkan penghasilan dari penyewaan tempat konvensi, tempat meeting, kamar, kuliner restoran, sewa armada angkutan pariwisata, biaya masuk objek pariwisata, dan kegiatan penopang kegiatan MICE lainnya.

Menurutnya, masyarakat dan pelaku UMKM juga merasakan manfaat sebagai penopang pelaksanaan konvensi IMF-World Bank. Masyarakat bisa menampilkan kegiatan seni yang ditampilkan kepada delegasi peserta konvensi IMF-World Bank. Sama halnya pelaku yang menjual produk suvenir di arena konvensi, hotel atau objel wisata.

Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali ini meyakinkan pemerintah mendapat kontribusi pelaksanaan konvensi IMF-World Bank. Salah jika ada kalangan yang menganggap pemerintah tidak mendapatkan kontribusi langsung terhadap pelaksanaan konvensi IMF-World Bank.

Para delegasi konvensi IMF-World Bank tiba di Bali menggunakan airport termasuk penggunaan infrastruktur jalan dikenakan pajak. Seluruh pelaku usaha pariwisata pendukung maupun yang menghandel langsung pelaksanaan konvensi juga membayar pajak.

Peserta dan delegasi mengikuti konvensi IMF-World Bank tidak secara gratis. Mereka mengikuti  konvensi dan menikmati segala fasilitas MICE dengan mengeluarkan uang yang cukup banyak. Ini belum termasuk membeli oleh-oleh atau suvenir sebelum mereka kembali ke negaranya. (kup)