Kebaya Warna Pastel masih Diminati Masyarakat

816

Denpasar (Bisnis Bali) –  Tren kebaya modifikasi masa kini yang beragam, menjadikan sebagian pebisnis dan desainer berobsesi memberikan pilihan bagi kalangan menengah ke bawah hingga menengah ke atas. Salah satunya kebaya warna pastel, seperti oranye, pink, hijau hingga ungu tetap tren dan diminati konsumen hingga saat ini. Hal itu diungkapkan Riska, salah seorang pengelola butik kebaya di kawasan Denpasar, Senin (24/9).

“Kami sengaja membuat berbagai jenis kebaya dengan desain dan motif terbaru, kemudian menawarkannya dengan harga relatif terjangkau, sehingga tak sedikit konsumen yang dapat digaet,’’ ungkapnya.

Pihaknya menyediakan varian ini dengan harga berkisar Rp200.000 per pcs. Bisnis kebaya belakangan ini kian marak. Pebisnis yang jeli membidik pasar, jelas tak menyia-nyiakan peluang yang ada.

‘’Warna serta motif kebaya lainnya seperti motif rumput laut, kipas dan kembang, juga tak kalah ramai konsumn, yakni rata-rata penjualan kami mencapai puluhan pcs per hari,’’ katanya.

Dengan motif yang tergolong baru ini, pihaknya berharap penjualan akan terus meningkat hingga akhir tahun. Hal senada diungkapkan Sintya, salah seorang pengelola butik kebaya lainnya.  Pihaknya selalu menawarkan produk kebaya yang up to date dan berkualitas, sehingga produk-produk yang ditawarkan selain diminati pasar domestik juga sudah menembus pasar mancanegara.

’’Hampir tiap bulan produk-produk kebaya yang kami tawarkan selalu up to date, dengan warna dan model-model kebaya modifikasi dengan penggunaan payet-payet dan bordir,’’ ujarnya.

Dengan modifikasi ini membuat tampilan kebaya yang ditawarkannya selalu menjadi incaran kaum wanita. Untuk di tempatnya, permintaan kebaya cukup tinggi yang mana lebih dominan ke model-model kebaya baru, namun ada pula konsumen yang memilih kebaya hasil rancangan terdahulu.

Untuk memberikan kebaya berkualitas, dalam segi bahan lebih banyak menggunakan sutra, yang memberikan rasa nyaman dan tampilan kebaya juga terlihat eksklusif, dengan penambahan bordir yang juga sesuai dengan keinginan konsumen.

“Bordir hampir tidak pernah lepas dari setiap kebaya yang kami produksi.  Hampir setiap bulan kami ada perubahan dari segi motif bordir,” ucapnya.

Dalam memproduksi kebaya, dirinya memiliki 5 orang tukang bordir, 2 orang tukang jahit, 1 orang tukang lukis serta 1 orang tenaga tukang pembuat pola. ‘’Dalam pemasaran kami selama ini, selain bisa pesan dan beli langsung, konsumen juga bisa membeli secara online melalui internet,’’ tandasnya.  (aya)