Mangupura (Bisnis Bali) – Dalam waktu dekat, IMF-World Bank Annual Meeting akan digelar di Bali. Sejumlah infrastruktur pendukung telah siap dan diresmikan, di antaranya Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai (USTNR) dan Patung GWK. Sementara perluasan apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah memasuki tahap akhir, dan dipastikan sudah rampung 100 persen, akhir bulan ini.

Menko Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, proyek pembangunan USTNR di bawah tanggung jawab Kementerian PUPR mampu diselesaikan dalam waktu satu setengah bulan. Ini merupakan keberhasilan yang luar biasa sehingga dampaknya akan dapat menperlancar traffic di seputar simpang tugu Ngurah Rai yang selama ini kondisinya sangat krodit.

“Mulai hari ini tim dari IMF-World Bank sudah berada di Bali dan mulai bekerja. Kami sudah mendata lebih dari 19 ribu orang yang akan hadir. Dibutuhkan sekitar 4000 kendaraan untuk mencover para delegasi. Jangan sampai hal ini menimbulkan masalah baru yakni kemacetan. Untuk itu, adanya underpass ini setidaknya menjadi solusi,” ungkap Luhut saat meresmikan USTNR pada Sabtu (22/9) lalu.

Ketua panitia pelaksana IMF-WB Annual Meeting ini juga mengungkapkan sesuai studi Bappenas bahwa dampak dari event ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali dari 5,9 persen menjadi 6,54 persen tahun ini. Dampak ini sangat signifikan dan mampu menciptakan 32.700 lapangan kerja.

“Ada peningkatan sekitar 0,64 persen dari tahun lalu,” imbuhnya.

Dana APBN yang dialokasikan untuk IMF-World Bank Annual Meeting sebesar Rp866 miliar. Hingga 21 September 2018 sudah digunakan sebesar Rp566 miliar, Rp100 miliar di antaranya sudah menjadi penerimaan negara bukan pajak. Dana yang dikeluarkan pemerintah ini sekaligus untuk membangun infrastruktur yang penggunaannya berkelanjutan.

“Saya pikir tidak banyak yang perlu dipersoalkan mengenai itu,” tegas Luhut.

Luhut minta semua pihak dan lapisan masyarakat di Bali khususnya agar mendukung pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting yang dijadwalkan pada 8-14 Oktober 2018 di Nusadua, yakni dengan menciptakan suasana tenang. Apalagi, menurut World Bank perhelatan di Bali ini merupakan yang terbesar di luar Amerika sejak dilaksanakan tahun 1946. (dar)