Tabanan (Bisnis Bali) –¬† Puluhan nasabah dari jaringan KSP Sinar Suci di Kabupaten Tabanan melaporkan kasus dugaan penipuan ke Polres Tabanan, Jumat (21/9). Kedatangan mereka diantar Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama anggota dewan DPRD Tabanan I Gst Komang Wastana, dan kuasa hukum nasabah Drs., Made Suparta., SH., MBL.

Para nasabah ini menuntut kejelasan aset mereka yang sebelumnya telah dipercayakan kepada pihak manajemen KSP Sinar Suci untuk mendapatkan imbal hasil dalam bentuk bunga mencapai 4 persen per bulan. Selain itu, mereka juga minta perlindungan ke aparat kepolisian terhadap sejumlah aset nasabah (dalam bentuk rumah hingga tanah) yang akan dikuasai pihak bank.  Kondisi itu terjadi karena janji manajemen KSP Sinar Suci yang mestinya membayarkan kewajiban kredit nasabah kepada bank penjamim tak dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.

Kedatangan Wabup Sanjaya beserta korban diterima langsung Waka Polres Tabanan, Kompol Ketut Widiada. Sanjaya mewakili masyarakat Tabanan yang merupakan korban dari jaringan KSP Sinar Suci yang mencapai sekitar 200 orang dengan total kurugian sekitar Rp 47 miliar, mengadukan dugaan penipuan yang dilakukan investasi berkedok koperasi tersebut ke pihak berwajib.

“Ini sebagai upaya kami dalam membantu warga atau masyarakat Tabanan yang sangat resah karena sudah menjadi korban penipuan investasi bodong. Selain itu, pelaporan ini juga merupakan akhir dari mediasi antara nasabah dengan pihak manajemen yang tidak menemui titik terang terkait penyelesaian dari pengembalian aset nasabah,” tuturnya.

Saat ini para nasabah jaringan KSP Sinar Suci di Tabanan ini sangat resah. Selain keberadaan aset mereka yang tidak jelas, saat ini beberapa aset dalam bentuk tanah maupun rumah ancang-ancang sudah dikuasai pihak bank. Pihak bank sudah mulai memasang patok lelang atau papan pengumuman penguasaan atas aset nasabah saat ini. Terkait itu, pihaknya minta kepolisian melindungi nasabah dengan cara meminta pihak bank agar tak buru-buru mematok tanah atau rumah yang menjadi jaminan nasabah semasih dalam proses hukum ini.

“Terkait ini pula, kami juga berencana melaporkan ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki otoritas perbankan, sehingga bank yang sebagaian besar merupakan BPR telah memasang patok lelang ini mencabut pengumuman tersebut untuk menghindari keresahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kompol Ketut Widiada mengungkapkan, pelaporan nasabah dari kasus jaringan KSP Sinar Suci di Tabanan ini akan segera ditindaklanjuti. Kasus KSP Sinar Suci yang menimbulkan korban di Tabanan, dan sejumlah kabupaten/kota lainnya ini tidak menutup kemungkinan juga akan ditindak lanjuti oleh Polda Bali nantinya. (man)