Singaraja (Bisnis Bali) – Jembatan penghubung Desa Sepang dengan Sepang Kelod Kecamatan Busungbiu yang rusak, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Pasalnya, kondisi jembatan ini cukup membahayakan pengguna jalan karena kayu landasan jembatan sudah lapuk hingga menyebabkan aspal retak-retak dan berlubang.

Melihat kondisi tersebut,  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buleleng segera memperbaiki jembatan tersebut. Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala Dinas PU Ketut Suparta Wijaya,ST saat dikonfirmasi via telepon belum lama ini. Suparta pun tak menampik kondisi jembatan tersebut. Pihaknya mengatakan akan memperbaiki jembatan itu pada Selasa depan.

“Kita akan mengganti landasan jembatan yang berbahan papan kayu yang sudah keropos, lalu selanjutnya akan diaspal,” jelasnya.

Ia mengaku perbaikan jembatan tersebut memang tidak mudah. Ini dikarenakan susahnya mendapatkan bahan-bahan di pasaran.

“Kita siapkan dulu kayunya, karena itu memakai kayu jenis ulin. Memang dipasaran sulit untuk didapatkan. Tapi kita sudah siapkan semua,” ungkapnya.

Bahan yang diperlukan sudah siap sehingga pengerjaan bisa dimulai secepatnya. Dana perbaikan jembatan disiapkan sebesar Rp10 juta yang diambil dari dana pemeliharaan rutin jalan. Ia mengatakan perbaikan jembatan tidak memerlukan waktu yang lama.

“Nanti yang memperbaiki jembatannya tenaga harian kita. Jadi perbaikannya tidak sampai seminggu, paling cuma lima hari sudah selesai,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kondisi jembatan tersebut memang cukup mengkhawatirkan. Terdapat banyak lubang dan aspal yang retak di jembatan penghubung kedua desa ini. Lubang itu telah ditutup oleh warga secara gotongroyong dengan menggunakan semen. Namun, masyarakat takut jembatan itu amblas jika tak segera diperbaiki. (ira)