Denpasar (Bisnis Bali) – Pembibitan ikan Karper biasa dilakukan secara alami di kolam pemijahan. Namun  ada cara pembibitan lainnya yaitu dengan mengawinkan ikan Karper di mangkok.

Dosen Teknologi Pembenihan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Ir. I Made Kawan, Mp., mengatakan, praktik mengawinkan ikan di mangkok sudah sering dilakukan di kampus Unwar. Dengan teknologi ini memungkinkan hidup dari benih ikan lebih tinggi, ketimbang pemijahan secara alami.

“Caranya sebenarnya cukup sederhana, jadi kita beli induk yang sudah matang gonad, kemudiam di pijahkan. Mulai dia mengeluarkan telur sekali dua kali kita ambil induknya kita peras telurnya ditampung di mangkok kemudian sel sperma kita ambil lakukan pembuahan di mangkok,” terangnya. Setelah itu telur yang telah dibuahi ditebarkan di jaring strimin untuk tetap menempel pada bak – bak kecil.

Telur akan menetas setelah 30 jam dan sekitar 50 jam sudah menetas semua. Karena penetasan biasanya tidak berlangsung sekaligus tetapi bertahap, sesuai dengan pengeluaran telurnya.

“Larva yang sudah menetas, masih kita rawat pada bak kecil. Pada masa ini larva masih memiliki makanan yang dibawa dari kuning telurnya sehingga tidak perlu diberikan makanan,” tukasnya.

Setelah itu pakan yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkannya.

“Pakan yang paling cocok bagi benih yang telah habis kuning telurnya adalah plankton yang diperoleh dengan pemupukan dasar kolam,” katanya.

Setelah larva cukup kuat saatnya untuk melakukan pendederan Ikan Karper, bisasanya dilakukan pada kolam tanah atau sawah meski bisa juga dilakukan pada kolam semen. Persiapan kolam tanah adalah dengan meratakan tanah dasarnya, tebarkan 10 – 20 karung kotoran ayam, isi air setinggi kurang lebih 40 cm dan rendam selama 5 hari tanpa aliran air. Hal ini dimaksudkan agar plankton dan sumber makanan alami Ikan Karper tumbuh di kolam pendederan. Untuk ukuran kolam tanah 100 m2 tebar 100.000 ekor larva pada pagi hari, berikan makanan tambahan berupa tepung pelet atau pelet yang telah digiling halus. (pur)