Lawar Gurita Direspon Positif

12

Denpasar (Bisnis Bali) – Berawal dari hobby memasak yang diturunkan dari ayahnya, pengusaha muda di bidang kuliner Putu Agus Adi Putra, atau yang akrab di sapa Nang Etonk mencoba peruntungan di bisnis kuliner. Meski Kota Denpasar banyak ditemui rumah makan dengan berbagai pilihan menu namun tempat makan yang di beri nama “Nang Etonk Bali” ini mampu mencuri perhatian masyarakat.

Berdiri sejak 6 tahun lalu warung makan yang berada di JL Pulau Batam 2 no 3 ini, menyasar pasar nasional hingga internasional. Karenanya olahan yang ditawarkan kebanyakan berbahan dasar sea food.

Salah satunya lawar gurita. Nang Etonk menuturkan, lawar gurita ini sudah dipasarkan sejak 3 tahun lalu, bisa dikatakan dialah pelopor lawar berbahan gurita ini. “Umumnya kan lawar di buat dari daging babi, sapi, kebo,ayam dan kuwir, tapi mengingat saya ingin menyasar penikmat kuliner nasional bahkan internasional saya coba olahan lawar gurita, dan ternyata respon masyarakat sangat bagus,” ungkapnya.

Mengolah gurita harus memiliki keahlian khusus dibanding jenis daging lainnya, karena kalau tidak daging gurita akan alot dan susah dikonsumsi. Karena itulah jarang ada yang memasarkan olahan dari gurita ini.

“Lawar gurita ini lebih greget dan rasanya tak kalah dengan olahan daging lainnya, cara mengolah dagingnya yang harus diperhatikan agar tidak a lot,” tambahnya.

Satu porsi nasi lawar gurita dapat dinikmati dengan Rp20 ribu sudah termasuk sate, serapah, kuah dan sambel bawang goreng. Untuk pencinta kuliner pasti penasaran kan ingin mencoba lawar yang satu ini. Namun apabila kurang suka dengan olahan lawar juga ada menu lainnya seperti lobster, kepiting, dan masih banyak menu lainnya lagi. (ita)