Cokelat Salak Hadirkan Citarasa Khas yang Unik

12

Karangasem (Bisnis Bali) – Cokelat sangat banyak peminatnya, mulai kalangan anak-anak hingga dewasa. Melihat hal tersebut Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Adi Guna Harapan, Desa Perang Sari Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem mencoba menggabungkan antara cokelat dengan komoditas pertanian mereka yaitu salak.

Ketua Gapoktan Adi Guna Harapan I Wayan Kecik menuturkan, untuk menekan kerugian petani salak saat panen raya, pihaknya membuat berbagai produk olahan salak.

“Kami melihat tren di masyarakat, produk camilan dan olahan apa yang diminati. Dari sana kami mencoba membuat sejumlah olahan dari salak, salak satunya¬† cokelat salak,” tuturnya Jumat(21/9).

Sebagai daerah yang terkenal dengan produksi salaknya, para petani di Karangasem selalu berupaya membuat terobosan agar dapat meningkatkan pendapatan. Apalagi salak cokelat tersebut belum banyak dibuat dan tergolong olahan yang unik.

“Kami berharap cokelat Salak ini bisa menjadi salah satu oleh – oleh khas Bali, khususnya dari Kabupaten Karangasem. Karena ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain,” tukasnya.

Cokelat salak memiliki citarasa yang berbeda dari cokelat pada umumnya. “Salak Bali memang memiliki citarasa khas yaitu rasa manis dan sedikit asam, sehingga rasa cokelat yang kami buat juga unik dan patut untuk dicoba,” ucapnya.

Cokelat salak saat ini sudah dapat dipasarkan di pusat oleh-oleh khas Bali dengan harga mulai Rp25 ribu, tergantung ukuran. Hal tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan cokelat salak sebagai oleh – oleh khas Bali. “Karena cuma di Bali, wisatawan bisa merasakan dan mendapatkan cokelat salak,” pungkasnya. (pur)