Sikapi Kasus KSP Sinar Suci, Tim Satgas Waspada Investasi Diminta segera Turun

51
Tabanan (Bisnis Bali)
Keberadaan KSP Sinar Suci dan jaringannya berdasarkan data dari dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali bukan usaha koperasi, melainkan investasi bodong. Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Gst Ngurah Sanjaya, SE., M., Si., Ak berharap Otoritas Jasa Keuanga (OJK) sebagai bagian dari Tim Satgas Waspada Investasi untuk turun melakukan pengecekan di lapangan.
“Bercermin dari kasus KSP Sinar Suci ini, masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya lagi lembaga keuangan, baik bank maupun non bank. Serta intansi terkait, sehingga terjadi sinergi yang baik. Jangan tunggu masalah baru lakukan evaluasi, ” tutur Ngurah Sanjaya, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tabanan, Kamis (20/9).
Keterlibatan manajemen lembaga keuangan, sekaligus lembaga pengawas pada tingkat lebih tinggi perlu dilakukan sehingga investasi masyarakat menjadi lebih aman.
Tim Satgas Waspada Investasi menurutnya, harus turun melakukan pengecekan, sedangkan untuk jangka panjangnya, OJK harus mengambil peran melakukan pengawasan dalam berbagai bentuk transaksi keuangan yang melibatkan pihak ke tiga.
Lembaga keuangan yang terkait, salah satuny OJK bisa memperluas jangkauan pengawasannya dengan tidak hanya mengawasi lembaga keuangan perbankan dan BPR saja, namun hal sama juga diupayakan dengan melakukan pengawasan pada lembaga keuangan yang sifatnya informal. Katanya, pengawasan tersebut akan membuat masyarakat akan terlindungi dalam melakukan transaksi pada semua lini lembaga keuangan.
“Biar tidak, setelah bangkrut baru bermasalah. Akhirnya ekonomi Negara pun berpeluang bisa jadi korban untuk menalangi kejadian tersebut. Selain itu, bila makin banyak lembaga atau investasi bodong ini bermunculan di Bali, bisa jadi membuat ekonomi Bali menjadi bangkrut nantinya,” ujarnya.
Di sisi lain Sanjaya dari Partai Nasdem ini mengungkapkan, keberadaan KSP Sinar Suci dan jaringannya ini dari awal etikadnya sudah tidak baik untuk menjalankan usaha keuangan.  Sebab, dari awal mereka (manajemen KSP Sinar Suci) ini sudah memiliki etikad tidak baik, karena melakukan atau mempublikasikan sebuah lembaga bodong kepada halayak ramai. Sayangnya, dari sisi kecermatan masyarakat berkaitan dengan keberadaaan sebuah lembaga keuangan juga lengah.
“Masyatakat harus cermat mengamati dan mengevaluasi, minimal memperhatikan lembaga yang akan dijadikan tempat bertransaksi. Hendaknya, jangan masyarakat ini mudah tergiur oleh iming-iming bunga tinggi, terlebih lagi membandrol hingga 4 persen per bulan yang merupakan angka yang sudah tidak rasional,” tandasnya. (man)