Denpasar (Bisnis Bali) – Adanya dewasa ayu melangsungkan pernikahan saat ini, cukup menggeliatkan bisnis jasa penyewaan pakaian pengantin modifikasi. Menurut Pujiastini, salah seorang penyedia jasa penyewaan pakaian pengantin modifikasi di Denpasar, Kamis (20/9), adanya dewasa ayu serta padatnya aktivitas keagamaan yang memerlukan jasa rias ala tradisional Bali, seperti pernikahan, potong gigi, serta upacara keagamaan lainnya, membuat usahanya cukup menggeliat.

“Sebelumnya, pada hari biasa omzet kami hanya mencapai jutaan rupiah per bulan, sedangkan saat ini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan,” ungkapnya.

Untuk bisa bersaing, pihaknya seoptimal mungkin untuk mampu menyediakan layanan yang bermutu, serta mengacu pada tren kekinian. Selain menyediakan jasa sewa pakaian pengantin, pihaknya juga menyediakan jasa rias, hingga jasa foto prewedding.

Tren prewedding belakangan ini makin berkembang yakni unsur praktis dan ekonomis makin melekat. ‘’Ini menjadi tantangan bagi penyedia jasa untuk menyediakan produk jasa berkualitas,’’ jelasnya.

Untuk melayani paket prewedding, pihaknya mematok tarif Rp5 juta per paket untuk 1 lokasi pemotretan, yang terdiri atas edit foto 4R, 1 foto 20R Jumbo, 1CD file edit dan CD original, gaun plus rias, serta free transport , khususnya untuk area Denpasar.

‘’Sementara, untuk 2 lokasi, ada penambahan biaya sekitar Rp1.000.000. Paket prewedding Eropa biayanya mulai Rp5,5 juta hingga Rp8 juta,” katanya.

Pihaknya optimis, Bali sebagai kawasan destinasi pariwisata dunia, bisnisnya akan tetap kebanjiran order dari jasa rias pengantin atau gaun untuk prewedding ke depannya. ‘’Kami sebagai pelaku bisnis jasa bersaing ketat untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan dengan menyediakan model dan variasi pakaian adat yang beragam serta dengan harga sewa yang bersaing,’’ tandasnya.

Sementara itu, menurut Ariani, salah seoraang pemilik jasa salon kecantikan mengungkapkan, peluang dan potensi tata rias Bali, pihaknya prediksi akan makin berkembang ke depannya.

Namun, pakem tata rias Bali harus tetap lestari, terutama Payas Agung. Pasalnya, acara-acara ritual seperti pernikahan, potong gigi, dan lainnya umumnya menggunakan pakem tata rias Bali seperti payas agung dengan pemanfaatan bunga emas, gelungan, songket, prade, dan aksesori lainnya yang memiliki makna tersendiri.

‘’Ketika berkembang rias pengantin Bali modifikasi, bukan hal salah bagi kalangan penata rias, jika mereka juga mengembangkan,’’ ungkapnya. Justru merupakan hal positif untuk memperluas pasar seni tata rias Bali, baik di pasar lokal hingga mancanegara.

‘’Rias pengantin Bali modifikasi lebih pas digunakan untuk acara resepsi. Sebab pada resepsi tak ada unsur ritualnya, termasuk sebagai pakaian menyambut tamu, sehingga kami optimis ke depannya payas Agung takkan tergerus payas modifikasi, karena memiliki pakem-pakem tersendiri,’’ jelasnya.

Disinggung mengenai biaya paket payas agung dibanding payas modifikasi, katanya, cenderung lebih murah payas modifikasi, yakni biayanya mulai Rp4,5 juta per paket, sedangkan payas agung mulai Rp7,5 juta per paket. (aya)