Butik Busana Adat tak Kalah Prospektif

10

Tabanan (Bisnis Bali) – Bisnis busana adat khususnya di Bali makin prospektif seiring kebutuhan pasar yang pesat. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang yang mesti digarap optimal orang Bali. Demikian pebutik, Ida Ayu Indra, Kamis (19/9).

Busana adat baik untuk acara adat maupun digunakan ke pura, tentu ada aturan yang tak bisa lepas dari unsur etika dan kesopanan. Jadi tak hanya menekankan pada unsur estetika, apalagi lepas dari unsur budaya dan agama.

Untuk itu pebutik juga harus memahami desain atau model yang relevan dengan kekinian sehingga mampu memenuhi selera pasar. Inilah peluang yang prospektif yang harus digarap dengan baik sehingga industri busana Bali makin menggeliat.

Menurutnya, busana adat merupakan wajib sehingga makin beragam varian busana adat yang bisa diproduksi maka peluang pasar makin bisa digarap optimal.

“Pebutik memiliki peran lebih sehingga tak hanya mampu berproduksi secara berkesinambungan, juga mampu memberikan inspirasi dan konsultasi mode kepada konsumen sehingga bisnis ini makin berdaya saing,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan, pebutik Kemala Dewi. Bisnis busana adat Bali memiliki prospek pasar yang cerah dan ini khusus ada di Bali. Hal ini memberi manfaat yang besar bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM), sehingga pengembangan bisnis kearifan lokal ini secara terarah akan memberi peluang bagi orang Bali meningkatkan perekonomian.

Kekayaan kain tradisional Bali bisa menjadi materi dalam inovasi busana adat. Contohnya baju safari yang bisa dikombinasi endri atau songket, juga unsur kain lainnya sehingga menarik. Dia optimis didukung promosi yang gencar akan memberikan dampak positif terhadap usaha butik. Seperti diketahui di Bali juga banyak even seni budaya. Salah satunya Pesta Kesenian Bali ( PKB) yang bisa dimanfaatkan pebutik menggeber dan mempromosikan produk sekaligus menggaet konsumen yang heterogen. (gun)