Bubur Bali, Kuliner Pasar yang Banyak Dicari

20

Denpasar (Bisnis Bali) – Pasar tradisional ternyata memiliki banyak keistimewaan dibandingkan pasar modern atau super market. Selain keunikan proses tawar menawar, banyak barang atau makanan di pasar tradisonal yang tak ditemukan di pasar modern. Soal rasa juga tak kalah dengan menu restoran.

Sebut saja aneka olahan kuliner tradisional hingga saat ini masih dijajakan di pasar tradisional, mulai dari jajan tradisional, nasi lawar, tipat kuah, hingga bubur bali. Masalah harga, pastinya jauh lebih murah dari harga di rumah makan atau pasar modern.

Salah satu kuliner yang banyak dicari di pasar tradisional adalah bubur Bali yang kebanyakan masih menggunakan bumbu dan pelengkap racikan turun temurun. Wayan Rampig salah seorang penjual bubur Bali di pasar Kreneng Denpasar menuturkan, ia sudah 8 tahun berjualan bubur Bali ini. Sebelumnya usaha ini dijalankan mertuanya, karena sudah tidak memungkinkan dirinya menggantikan untuk melanjutkan usaha kuliner ini.

Sejak pukul 5 pagi Wayan Rampig asal Karangasem ini audah membuka dagangannya di pasar yang banyak pengunjungnya ini, seporsi bubur yang di lengkapi dengan kuah santan,sayur urap, ayam suir, serta sambel bawang goreng ini dijual sangat murah sekali yakni hanya 5 ribu rupoah saja.

“Tiap hari saya membuat 5 sampai 7 kilo bubur yang di jual dari jam 5 pagi sampai jam 10 pagi, dagangan pasti habis bahkan kadang kurang, hanya saja karena keterbatasan tenaga dan harus mengurus mertua dan anak anak ya harus di cukupkan hanya sampai jam 10 saja,” ungkap ibu 4 orang anak, yang suaminya berprofesi sebagai buruh bangunan ini. (ita)