BERSIH - Gerakan bersih-bersih dilakukan di sepanjang pantai di wilayah Kabupaten Gianyar dan di Ubud Sabtu (15/9).

Gianyar (Bisnis Bali) – Word Clean Up Day (WCD) atau gerakan bersih-bersih dilakukan di seluruh dunia, Sabtu (15/9). Di Gianyar gerakan bersih-bersih dilakukan di sepanjang pantai Gianyar dan Ubud. Di Pantai Siyut, Tulikup Gianyar dipimpin Danramil Gianyar, di Pantai Saba dipimpin Kapolsek Blahbatuh, di Pantai Purnama dipimpin Perbekel Sukawati dan di Ubud dipimpin Lurah Ubud. Aksi bersih-bersih ini diikuti OPD di lingkungan Pemkab Gianyar, Polisi, tentara, sekolah pariwisata Monarch dan Elizabeth, siswa SMP dan SD.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup terus mengkampanyekan gerakan kebersihan, gerakan bersama-sama melakukan penanganan dan pengelolaan sampah.

Berbagai upaya masif telah dilakukan diantaranya melalui sosialisasi Perda No. 11 Tahun 2013. Perbub No. 42 Tahun 2015, tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, dalam membangun partisipasi masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan penanangan sampah di lingkungan masing-masing, di lingkungan kerja dan di pasar-pasar.

Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup Gianyar menyelenggarakan lomba kebersihan dan keindahan lingkungan antar desa, antar kantor instansi pemerintah dan OPD serta lomba kebersihan antar pasar umum di Gianyar.

“Dalam usaha mengedukasi masyarakat juga telah diselenggarakan program  desa sadar lingkungan. Termasuk upaya edukasi kepada anak anak SD, SMP, SMA/SMK, guru-guru dan seluruh civitas sekolah sekolah melalui program Adiwiyata,” ujarnya.

Namun permasalahan sampah harus ditangangi secara terus menerus, tak kenal telah, komprehensif berkelanjutan dan memerlukan dukungan semua stake holder. Selain itu, tak cukup dengan edukasi dan sosialisasi, tapi juga diperlukan aksi nyata melakukan penanganan dan pengelolaan sampah secara masif. Aksi nyata perangi sampah secara masif, dilakukan tiap minggu.

“Seperti hari ini, gerakan bersama membersihkan pantai dilakukan di seluruh pantai di Gianyar dipusatkan di pantai Siyut, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, sekehe teruna, karang taruna, PKK, berbagai komonitas lingkungan, balawista seluruh pegawai dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Gianyar,” jelasnya.

Gerakan pembersihan pantai, selalu didukung penuh pihak Kepolisian dan TNI (Kodim) dengan menurunkan personil dan pol air. Para aparat keamanan tersebut, tidak hanya berbaur ikut melakukan pembersihan, tetapi menjadi motivator penggerak.

“Kami sampaikan rasa terimakasih atas dukungan semua pihak, dalam kegiatan pembersihan pantai ini. Kami juga sampaikan syukur atas kesadaran masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan termasuk kebersihan laut dan pantai,” ujarnya.

Kegiatan ini, akan dilakukan secara berkelanjutan.  ” Mari bersama kita tebar kebaikan dan kemuliaan dengan gerakan kebersihan, apalagi dipantai sambil berolahraga senam bersama, sambil refreshing, semoga alam dan bumi ini juga menyayangi kita. Dengan laut bersih, ikan-ikan akan  berkembang biak subur tanpa racun ataupun plastik, dengan bumi bersih tanah akan subur tanpa plastik ataupun tercemar, semoga alam juga memberikan vibrasi positif,” ajaknya.

Kujus Pawitra menambahkan, kegiatan ini mampu mendorong partisipasi semua komponen untuk makin menjaga kebersihan lingkungan serta peduli sampah. “Kegiatan ini merupakan momentum untuk secara bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (kup)