Tabanan (Bisnis Bali) – Penanggulangan bencana merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Penanggulangan bencana menjadi upaya menyeluruh dan proaktif dimulai dari pengurangan resiko bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi serta rekontruksi. Penanggulangan bencana juga merupakan upaya bersama yang dilakukan para pemangku kepentingan dengan peran dan fungsi yang saling melengkapi.

Untuk memperkuat hal tersebut Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan pada tahap pra-bencana, salah satunya Penyusunan Rencana Kontinjensi, di Hotel Made Bali, Sempidi, Badung, Bali, Senin, (17/9).

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Ngurah Sucita menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membuat kesepakatan atau komitmen bersama dalam penanggulangan bencana melalui penetapan skenario dan pembagian tugas seluruh stake holders terkait dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan yang berlangsung lima hari ini, yakni 17 – 21 september 2018, diikuti sekitar 50 peserta dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Anggarannya dibebankan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) Satuan Kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui kegiatan penguatan RRB Daerah Tahun Anggaran 2018, kode kegiatan 3882002051.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Tabanan I Wayan Yatnanadi mengatakan, kondisi geografis Tabanan yang “Nyegara Gunung” di samping berpotensi dalam pengembangan objek wisata karena keindahan alamnya, juga sangat potensial terjadi ancaman bencana.

Sesuai kajian, Tabanan berisiko terjadi 11 ancaman bencana, diantaranya, tsunami, gempa bumi, longsor, angin kencang, dan yang lainnya. Oleh karena itu dilakukan upaya-upaya penanggulangan bencana dengan melibatkan dunia usaha dan seluruh Lapisan Masyarakat.

“Penanggulangan bencana tidak hanya terfokus pada saat kejadian saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana melakukan kegiatan untuk mendukung kesiap siagaan dan meningkatkan kapasitas diri sendiri, masyarakat maupun daerah itu sendiri,” jelasnya.

Rencana kontinjensi adalah sebuah pedoman dan langkah strategis dan akan dijadikan rencana operasional, kalau benar terjadi bencana di Tabanan.

“Melalui kegiatan ini kita akan menyusun strategi penanggulangan bencana. Dan ending terakhir, semoga tidak terjadi bencana di seluruh wilayah Indonesia,” harapnya. (man)