Persentase Diskon Tergantung Kondisi Pasar

20

Denpasar (Bisnis Bali) – Persentase pemberian diskon terhadap harga kendaraan tergantung kondisi pasar dan momen yang sedang berlangsung. Besar kecil diskon juga berkaitan dengan stok yang dimiliki diler.

Marketing salah satu diler motor, Nengah Karyadi mengatakan, belum ada informasi terkait potongan harga saat ini. Memasuki empat bulan menjelang pergantian tahun, setiap diler belum memberikan diskon untuk menarik minat masyarakat membeli sepeda motor.

“Pemberian diskon tidak mutlak atau diwajibkan karena semua tergantung kondisi setiap diler karena berkaitan dengan stok,” katanya.

Bila dirasa stok masih banyak, lama jangka waktu dan besaran diskon bisa lebih tinggi, begitupula sebaliknya. Diskon bisa di uang muka atau harga motor tergantung kebijakan diler.

“Diskon bisa 5 persen, 10 persen atau lebih tergantung kebijaksanaan diler. Intinya besaran diskon sebagai bagian strategi dari masing-masing diler,” ujarnya.

Untuk produk motor rata-rata ada diskon mulai jenis matik, bebek maupun sport. Hal berbeda dikatakan pengelola mobil bekas lainnya, Putra Adi di Renon. Pihaknya belum menerapkan sejumlah program spesial seperti diskon besar-besaran.

“Bila diler sudah memberikan diskon, kami masih menunggu respon pasar. Alhasil sampai saat ini kami belum berani untuk memberikan diskon besar-besaran untuk momen akhir tahun. Tidak tahu ke depannya tergantung kondisi pasar dan penjual mobil lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, pemberian diskon pada umumnya melihat situasi penjualan. Bila saat ini diler mobil baru memberikan diskon, untuk pasar mobil bekas masih belum pasti sama. Alasannya, penjualan mobil bekas masih relatif lesu sehingga harga juga terpengaruh dan tidak mungkin menerapkan diskon lagi karena sudah murah.

“Untuk penjual lainnya mungkin saja sudah menerapkan diskon untuk menghabiskan stok barangnya yang masih menumpuk di gudang. Tetapi untuk kami, produk mobil bekas yang ada semua sesuai keinginan pasar,” ujarnya.

Jenis mobil yang masih diterima masyarakat, imbuhnya, belum banyak ada perubahan masih tertuju pada MPV seperti Avanza yang di kisaran Rp 90 juta ke atas. City car juga masih diterima baik masyarakat asalkan kondisi mobil masih baik, jumlah kilometer tidak jauh.

Pengelola penjualan motor bekas lainnya, Hendri mengatakan, untuk penjualan motor maupun mobil baru memang ada informasi sudah perang diskon. “Untuk kami belum bisa membocorkan apakah ada diskon atau tidak. Terpenting saat ini bagaimana penjualan bisa meningkat,” katanya. (dik)