Mangupura (Bisnis Bali) –¬†Berdasarkan data dari studi pustaka serta Kemendikbud, secara statistik, keadaan ketenagakerjaan Indonesia pada 2017 menunjukkan jumlah lulusan SMK yang bekerja mencapai 11,40 persen dari 12,59 juta lulusan. Sedangkan yang menganggur 11,41 persen (12,6 pulusan). Dengan itu, dirasa sangat penting pengembangan kompetensi siswa SMK untuk meningkatkan daya saing ke depan.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di SMK, khususnya SMK Pertanian terkadang tak terimplementasi di lapangan, setelah sang siswa menamatkan diri. Dengan itu sangat perlu bagi siswa dibekali kewirausahaan sejak usia sekolah agar mampu menjadi wirausaha atau juragan usia sekolah (JUS) setelah selesai menempuh pendidikan.

Hal tersebut terungkap pada penandatanganan MoU South East Asia Ministry of Education Organisasi Biology Tropical (SEAMEO BIOTROP) dengan sekolah pertanian, SMK N 1 Petang, di Plaga, Petang, Badung, Minggu (16/9) sore lalu.

Koordinator program Smart-BE, SEAMEO BIOTROP, Dr. Supriyanto, mengatakan, pemberdayaan SMK pertanian sebagai salah satu ujung tombak pertanian Indonesia. Program Smarts-BE merupakan wahana untuk membangun teaching factory, yaitu sebuah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana yang terjadi di industri.

“Teaching factory ini diharapkan mampu menyumbangkan transfer teknologi yang berdaya saing, sehingga dihasilkan lulusan SMK yang berkompeten. Selain menjadi pencari kerja (job seekers), lulusan SMK Pertanian juga diharapkan mampu sebagai pencipta lapangan pekerjaan (job creators) nantinya,” ujarnya.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan serta mampu mendukung terciptanya lulusan yang berkompeten, diantaranya, koleksi plasma nutfah dan perbanyakan bibit unggul, pengembangan teknik budidaya buah secara intensif, pembangunan kebun buah dari jenis/varietas terpilih, pelatihan pembangunan kebun intensif, penanganan dan sertifikasi buah terpilih, pelatihan industri berbasis buah dan pemasaean online.

Adapun output yang diharapkan nantinya, program ini dapat menghasilkan lulusan yang mandiri dalam hal ini terbentuknya JUS atau wirausaha muda serta lulusan yang berdaya saing. “Dalam artian, lulusan SMK nantinya tidak hanya sebagai pekerja, namun mampu memgendalikan pekerja dan menghasilkan produk-produk unggul yang memiliki¬† potensi pasar yang besar,” imbuhnya. (wid)