PUNIA - Penyerahan dana punia oleh Kepala LPD Desa Pakraman Bebandem, I Ketut Kerta (kiri) kepada perwakilan peserta dari masyarakat Desa Pakraman Bebandem.

Amlapura (Bisnis Bali) – Dalam upaya meringankan beban masyarakat,  LPD Desa Pakraman Bebandem memberikan dana punia kepada warga desa adat yang mengikuti upacara  Kinembulan. Dana punia yang diperuntukkan bagi 23 sawa yang turut dalam acara tersebut, bernilai Rp3 juta.

Saat ditemui, di Bebandem, Karangasem, Minggu (16/9) kemarin,  Kepala LPD Desa Pakraman Bebandem,  I Ketut Kerta  menyampaikan, upacara kenimbulan diikuti 4 banjar di Desa Pakraman Bebandem, diantaranya,  Banjar Kayu Putih,  Banjar Tihingan,  Banjar Tengah dan Banjar Desa.

“Upacara tersebut dilaksanakan oleh Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kecamatan Bebandem,  dan kami dari LPD turut berpartisipasi membantu warga kami yang ikut serta di dalamnya,” ujarnya sembari menjelaskan bantuan dana punia diberikan khusus kepada masyarakat Desa Pakraman Bebandem.

Selain memberikan dana punia,  LPD Desa Pakraman Bebandem juga turut serta dalam membantu pengadaan baliho, ees-eesan upacara dan ucapan Om Swastyastu hingga mencetak kartu undangan.  Meskipun ini merupakan upacara massal dan diakomodir MGPSSR,  beberapa kebutuhan lainnya juga banyak disiapkan masyarakat secara individu dan membutuhan dana. Seperti nuur tirta hingga maajar-ajar di Pura Kahyangan Tiga. “Dalam hal ini tentu tujuan kami adalah meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Adapun upacara dilaksanakan pada Rabu (19/9) mendatang yang dimulai dari Ngaben massal hingga ditutup dengam upacara meajar-ajar pada Sabtu (29/9).

Selain berpartisipasi dalam kegiatan upacara, LPD Desa Pakraman Bebandem juga  rutim melakdanakan kegiatan manusa yajna tiap 5 tahun sekali. Kegiatan tersebut merupakan gabungan upacara yang terdiri dari, upacara tiga bulanan, otonan, potong rambut, metatah hingga sapu leger.

“Dalam kegiatan tersebut LPD memiliki peran secara total dalam hal pembiayaan, yang masyarakat sama sekali tidak dibebani biaya,” ungkapnya.

Upacara tersebut digelar kembali pada 2019 mendatang, yang pada 2014 lalu sudah sempat dilakukan. Semua masyarakat di wilayah Desa Pakraman Bebandem ditambah masyarakat luar desa pakraman yang menjadi nasabah LPD dapat mengikuti kegiatan ini.

“Biasanya peserta yang ikut mencapai ratusan orang, demikian juga dana yang dihabiskan mencapai ratusan juta. Tahun 2014 kami menghabiskan sekitar Rp150 juta, dan kemungkinan pada tahun mendatang dana yang dihabiskan melebihi itu,” imbuhnya. (wid )