KAMPANYE KECANTIKAN - dr. Lanny Juniarty (paling kanan) saat mengkampanyekan kecantikan di Jalan Sunser Road, beberapa waktu lalu.

Denpasar (Bisnis Bali) – Tampil sempurna merupakan impian setiap wanita. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendukung kecantikan tersebut. Mulai perawatan rutin seperti facial atau filling hingga mengubah bentuk wajah atau dikenal dengan sebutan transpormasi wajah. Kecanggihan teknologi pun turut mendukung tren transformasi tersebut, yang menarik minat masyarakat, khususnya perempuan.

Hal tersebut diakui founder sekaligus President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarty pada acara kampanye kecantikan yang bertajuk “Every Beaty Should Be A Masterpice” di Jalan Sunser Road, beberapa waktu lalu.

Permintaan akan metodologi transformasi di miracle sendiri cukup banyak dan mengalami perkembangan setiap dari masa ke masa. “Terlebih lagi saat ini begitu banyaknya teknologi yang mendukung seperti ultherapy, botox cosmetic, dan filler, memberikan banyak pilihan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dilihat dari kunjungan di Miracle,  rentan usia yang melakukan transformasi wajah ini bervariasi, mulai 20 tahun hingga 40 tahun lebih. “Tapi pilihan terhadap teknologi yang digunakan berbeda, ada yang suka suntik, ada juga yang tidak berani suntik dengan memilih ultherapy,” jelasnya.

Usia 20-30 tahun lebih suka mengubah bentuk wajah, sedangkan usia di atas 40 lebih memilih mengencangkan kulit. Wanita yang saat ini bertugas di Surabaya ini mengatakan, pihaknya gencar mengkampanyekan, mengubah bentuk wajah bukan hanya sekedar membuat pipi tirus atau hidung mancung dan sebagainya, namun menjadikan bentuk wajah seseorang menjadi lebih ideal dan proposional.

Hal ini disebutnya dengan face reshaping. “Metode Face reshaping inipun menjadi tren di kalangan industry kecantikan saat ini,”ujarnya.

Dalam face reshaping ini dijelaskannya, pihaknya pun harus mengetahui jenis perawatan mana yang tepat untuk setiap karakter wajah serta bagaiamana dapat membuat tampilan wajah tersebut menjadi proporsional namun tetap natural.  (wid)